Suasana deretan gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (1/11). [Antara]
Meski kondisi perlambatan perekonomian global masih membayangi beberapa negara di dunia di tahun 2017, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Nasional dikisaran 5 - 5,4 persen.
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara hal tersebut lantaran, kondisi investasi swasta dan ekspor diperkirakan jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Di 2017 fase pemulihan ekonomi diperkirakan terus berlanjut terutama didorong oleh perbaikan kinerja ekspor dan menggeliatnya investasi didorong pembiayaan baik dari kredit perbankan dan non bank. Konsumsi rumah tangga diperkirakan masih stabil," kata Tirta di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017).
Selain itu, lanjut Tirta, BI memperkirakan perekonomian dunia akan membaik didukung oleh ekonomi AS dan Cina. Kondisi ini diyakini akan tercapai meskipun diliputi oleh sejumlah risiko yang perlu dicermati oleh Indonesia.
"Hal ini juga bisa memperbaiki harga komoditas yang masih melemah hingga saat ini. Jika ada perbaikan di kedua negara ini, konsumsinya juga akan mengalami perbaikan dan berimbas kepada negara-negara berkembang lainnya," katanya.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi
-
Genjot Daya Saing Daerah, Arsitek Lanskap Dorong Infrastruktur Hijau
-
Ekonom PEPS: Kriminalisasi Sengketa Bisnis Hambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
Harga Emas Melemah Setelah Sempat Kembali ke Level 5.000 Dolar AS
-
Cara Update Data Desil DTKS 2026 Agar Dapat Bansos
-
Apa Itu 'Saham Gorengan'? Ramai Dibahas Imbas Kasus PIPA dan MINA
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia