Pemerintah terus melakukan terobosan dan inovasi layanan investasi untuk memberikan kemudahan bagi investor. Salah satunya dengan meluncurkan pemberian layanan cepat perizinan tiga jam terkait infrastruktur Energi dan Sumber Daya Mineral.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal mengatakan peluncuran layanan investasi tiga jam sektor ESDM ini merupakan bagian dari rangkaian pengembangan inovasi pemerintah untuk meningkatkan layanan yang telah atau akan menanamkan modalnya di Indonesia.
"Selain itu inovasi ini merupakan bentuk sinergi dan dukungan positif kepada Kementerian ESDM dalam pengembangan layanan di PTSP Pusat," kata Tom dalam acara Launching Inovasi Layanan Investasi 3 Jam ESDM di Gedung BKPM, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2017).
Tom menjelaskan, layanan investasi tiga jam sektor sdm di PTSP pusat akan dilaksanakan dengan mekanisme hadir, serahkan, tunggu, dan terima, dengan jumlah perizinan yang dapat diproses adalah sebanyak sembilan jenis izin, terdiri atas satu jenis izin kegiatan listrik dan delapan jenis kegiatan migas.
Menurut Tom, layanan inovasi investasi tiga jam ini sangat penting bagi sdm untuk mendukung pencapaian target realisasi investasi tahun ini yang ditargetkan mencapai Rp678,8 triliun.
"Dalam lima tahun terakhir komposisi investasi dari sektor ESDM berkisar 21 persen dari total investasi yang masuk Indonesia. Sehingga dengan adanya layanan ini, dapat mempermudah investor masuk ke sektor ESDM," katanya.
Seperti diketahui dari data investasi sektor sdm yang ada di BKPM tahun 2012 strip 2016 di luar kegiatan Hulu migas mencapai angka Rp490 triliun atau 21 persen dari total realisasi investasi yang masuk.
Realisasi investasi di sektor ESDM disumbang dari ketenagalistrikan Rp229,4 triliun. Sektor pertambangan Batu Bara Rp71,4 triliun, Logam Mulia Rp 67,4 triliun, Jasa Pertambangan Migas Rp 21,3 triliun dan sektor ESDM lainnya Rp61,7 triliun.
Baca Juga: BKPM Targetkan Investasi 2017 Capai Rp678,8 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float