Suara.com - Saat ini ekonomi syariah semakin berkembang dan banyak masyarakat yang ingin menjalankan ekonomi berdasarkan dengan prinsip syariah. Perbankan pun banyak yang mengeluarkan produk berbasis syariah untuk memberikan jaminan dan ketenangan bagi nasabah.
Dana tabungan yang disimpan dalam bank syariah memenuhi syarat-syarat syariah. Selain dari sisi simpanan, masyarakat tidak sedikit yang bertanya-tanya mengenai perkara utang dalam sudut pandang syariah.
Pada dasarnya, meminjam atau berhutang itu mubah (boleh) hukumnya, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad. Akan tetapi, hukum tersebut bisa berubah seiring dengan faktor yang melatarbelakanginya. Berikut etika saat terlibat dalam utang-piutang menurut prinsip syariah:
Mencatat atau membukukan utang
Pihak yang berutang hendaknya mencatat atau membukukan nominal pinjaman mereka, sekecil apa pun jumlahnya. Walaupun telah diberi kepercayaan oleh peminjam, pembukuan tetap diperlukan agar utang tersebut tidak terlupakan.
Pencatatan juga diperlukan karena keterbatasan dalam mengingat. Sehingga meskipun sebenarnya tidak ada maksud buruk untuk melupakan utang yang dipinjam, namun terkadang utang bisa terlupa bila tidak dicatat. Pencatatan juga dilakukan agar tidak ada kesalahpahaman dan konflik di kemudian hari karena perbedaan nilai utang menurut peminjam dan yang meminjam
Berhutang saat mendesak
Pastikan bila Anda memang sedang sangat terdesak ketika memutuskan untuk berutang. Utang pada dasarnya akan menambahkan beban hidup karena Anda harus melunasinya. Beban ini tentu akan membuat Anda tidak tenang dan gelisah bila terlalu banyak. Dengan cara ini, Anda juga terhindar dari memakai utang untuk hal yang tidak perlu
Menghindari utang berunsur riba
Hindarilah utang yang menetapkan riba karena menambah beban hidup dan menyulitkan peminjam utang
Bertekad segera melunasi
Ketika Anda meminjam uang, maka sebaiknya segeralah bertekad sejak awal untuk segera melunasi utang saat Anda mampu. Ini adalah salah satu etika yang harus tertanam dalam diri seorang muslim. Tentu Anda harus membayar kepercayaan yang telah diberikan oleh peminjam dana dengan sebaik-baiknya. Selain itu, janganlah lupa mendoakan kebaikan orang yang telah membantumu.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Inilah Risiko yang Dijamin dan Dikecualikan dalam Asuransi Kebakaran
5 Poin Kunci di Balik Suksesnya Bisnis Katering Putra Jokowi
Facebook vs Instagram, Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis Online?
| Published by Cermati.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat
-
Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup
-
Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya
-
HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang
-
OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia
-
Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya
-
Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran
-
Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan
-
Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit
-
Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?