Menteri Koordintaor Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi konsumsi cabai segar. Hal ini lantaran meroketnya harga cabai dalam beberapa bulan terakhir.
"Kita harus mulai mengarahkan rumah tangga kita mengurangi cabai segar, kan bisa pakai sambel olahan seperti yang di botol atau yang diolah dicelupkan ke dalam air jadi bisa segar lagi," kata Darmin saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/2/2017).
Darmin menjelaskan, meroketnya harga cabai belakangan ini bukan lantaran kekurangan pasokan, melainkan dalam beberapa bulan ini Indonesia sedang mengalami musim penghujan.
Sehingga, di musim penghujan sangat tidak cocok bagi para petani untuk menanam cabai. Curah hujan yang tinggi saat ini hanya akan membuat cabai yang ditanam oleh petani akan mengalami kerusakan.
"Jadi kasian juga kan petaninya, kalau mereka bikin mereka rugi juga, terus harganya turun. Jadi masyarakat juga harus membantu petani," katanya.
Menurut Darmin, cuaca buruk dan curah hujan yang tinggi ini juga dirasakan negara kain. Sehingga harga pangan di negara lain juga saat ini tidak stabil.
Seperti diketahui, harga cabai dipasaran saat ini Rp160 hingga Rp170 per kilogram. Padahal, biasanya harga cabai ini sekitar Rp40 hingga Rp50 ribu per kilogramnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi
-
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk
-
Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan
-
Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi
-
420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital
-
Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138
-
S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara
-
Ada Wacana Larangan Peredaran Vape, Apa Efeknya ke Ekonomi?
-
Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?
-
Harga Batu Bara Acuan Naik pada Periode Kedua April, Tembus 103,43 Dolar AS per Ton