PT Sarinah dalam waktu dekat akan membuka sebuah gerai di Mekkah, Arab Saudi. Hal ini menyusul penandatanganan MoU PT Sarinah dan pengusaha dari Saudi Arabia (Al Burhan Trading Company atau Burhan Hotels Group) beberapa waktu lalu.
Direktur Utama PT Sarinah, Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa menjelaskan, nantinya, perusahaan pelat merah ini akan menjual bergabai macam produk-produk andalan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang diekspor langsung dari Indonesia.
"Ya benar kemarin kan sudah teken MoU. Jadi, nantinya pola yang akan dilakukan adalah Sarinah akan mengkolektif produk produk dari UKM binaan kami yang sidah ada sertifikasinya. Jadi nanti produknya di ekspor ke Arab Saudi," kata Sugiarta saat dihubungi, Sabtu (4/3/2017).
Ia menjelaskan, kerjasama yang dilakukan Sarinah dengan pengusaha Arab Saudi ini terbilang unik. Karena perusahaan Al-Burhan ini menyediakan sebuah tempat untuk Sarinah membuka gerai di Mekkah.
"Jadi sistemnya bagi hasil dengan mereka. Karena mereka menyediakan tempat untuk kami," katanya.
Sugiarta mengatakan, dengan adanya kerjasama ini dapat meningkatkan nilai ekspor Indonesia dan mempromosikan produk-produk buatan Indonesia di pasar Internasional.
"Karena kita tidak satu tempat saja, tapi menyebar dibeberapa wilayah. Seperti Madinah, Jeddah, Dubai, Yordania, dan negara pusat perdagangan Timur Tengah lainnya. Kita mulai dengan jenis gerai terlebih dulu, ke depan dikembangkan jadi toko lebih besar dengan brand Sarinah di Timur Tengah," ujarnya.
Baca Juga: Kunjungan Raja Salman Beri Harapan Baru Perekonomian Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026