Suara.com - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Senin (24/7/2017) atau Selasa pagi WIB, setelah data ekonomi yang keluar dari negara tersebut secara keseluruhan positif.
Indeks Pembelian Manajer (PMI) Manufaktur AS dari Market yang disesuaikan secara musiman untuk Juli meningkat menjadi 53,2, mencapai level tertinggi selama empat bulan, dari 52,0 pada Juni. Angka terbaru juga mengalahkan konsensus pasar 52,0.
Sementara itu, Indeks Aktivitas Bisnis Jasa AS dari Markit yang disesuaikan secara musiman tercatat di 54,2, lebih tinggi dari ekspektasi pasar.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,16 persen menjadi 94,006 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1641 dolar AS dari 1,1678 dolar AS, dan poundsterling Inggris naik ke 1,3034 dolar AS dari 1,3001 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia bertambah menjadi 0,7922 dolar AS dari 0,7921 dolar AS.
Dolar AS dibeli 111,12 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,07 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9459 franc Swiss dari 0,9440 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,2510 dolar Kanada dari 1,2534 dolar Kanada. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Dilema Pertahanan Harga BBM : Rupiah Melemah dan Minyak Anteng di Atas 100 Dolar AS per Barel
-
Mengapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal? Ternyata Ini Akar Masalahnya
-
HOAKS Link KUR BRI di Tiktok dan Instagram, Ini Modus Pelaku Penipuan
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Merah Naik, Beras Premium Masih Bertahan Tinggi
-
Rupiah Melemah, Minyak Dunia Tetap di atas 100 Dolar AS, Ini Harga BBM di Indonesia!
-
Rupiah Melemah, Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Angka Rp2,7 Juta per Gram
-
Rupiah Turun ke Rp17.685, Dampaknya Bisa Bikin Kantong Warga Makin 'Kering'
-
IHSG Merosot Lagi di Awal Perdagangan, DSSA dan TPIA Terus Anjlok
-
Harga Emas Antam Meroket, Hari Ini Dipatok Rp 2.789.000 per Gram
-
Pertamina Operasikan Kapal Raksasa Pengangkut BBM, Bisa Angkut 160 Ribu KL