- Nilai tukar rupiah melemah ke angka Rp17.679 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026.
- Harga minyak dunia melampaui asumsi APBN sehingga memicu kenaikan beban subsidi energi secara signifikan bagi pemerintah.
- Pakar menyarankan penyesuaian harga BBM non-subsidi secara bertahap guna melindungi daya beli masyarakat dan keuangan Pertamina.
Suara.com - Pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya harga minyak mentah dunia, diproyeksikan bakal semakin memperberat beban subsidi energi dalam APBN.
Pada perdagangan Selasa (19/5/2026), mata uang Garuda terpantau terus terperosok hingga menyentuh angka Rp17.679 per dolar AS.
Pada saat yang sama, harga minyak mentah global jenis Brent bertengger di level 109,15 dolar AS per barel, sementara jenis West Texas Intermediate (WTI) AS dibanderol seharga 107,28 dolar AS per barel.
Peneliti Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menyebutkan bahwa pergerakan harga minyak dunia saat ini telah jauh melampaui asumsi Indonesia Crude Price (ICP) yang ditetapkan dalam APBN, yakni 70 dolar AS per barel.
Oleh karena itu, Huda mengingatkan pemerintah untuk ekstra hati-hati dalam menyikapi situasi tersebut.
"Kenaikan harga minyak global akan menambah beban subsidi BBM dalam APBN. Namun, jika ada kenaikan harga BBM bersubsidi maka dipastikan akan ada dorongan combo dari kenaikan BBM dan juga imported inflation," kata Huda saat dihubungi Suara.com, Selasa (19/5/2026).
Huda memperingatkan, kegagalan pemerintah dalam menyiasati situasi ini berisiko membuat daya beli masyarakat merosot tajam. Ia menilai, opsi menaikkan harga BBM non-subsidi jauh lebih aman untuk diambil, meski dengan catatan penting.
"Silakan menaikkan harga BBM non-subsidi, namun pemerintah harus cermat menghitung potensi shifting (migrasi) konsumsi dari BBM non-subsidi ke subsidi agar tidak terjadi kelangkaan atau crash di lapangan," tegasnya.
Hingga saat ini, PT Pertamina (Persero) terpantau masih mempertahankan harga jual sejumlah produk BBM non-subsidi sejak April lalu.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Minyak Dunia Tetap di atas 100 Dolar AS, Ini Harga BBM di Indonesia!
Pertamax masih dijual seharga Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 di angka Rp12.900 per liter. Begitu pula dengan harga BBM subsidi yang masih belum mengalami perubahan.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, sepakat dengan langkah pemerintah yang tetap mempertahankan harga BBM subsidi.
Menurutnya, kebijakan tersebut sudah sangat tepat guna menjaga daya beli masyarakat.
Namun untuk BBM non subsidi, Faisal menilai sudah seharusnya penyesuaian harga dilakukan agar tidak membebani Pertamina.
"Untuk non-subsidi sebenarnya bisa dilepaskan ke harga pasar untuk mengurangi beban keuangan Pertamina. Cuma saran saya, penyesuaian harganya harus dilakukan secara bertahap, karena bagaimanapun tetap akan ada dampaknya terhadap pengeluaran masyarakat kelas menengah, khususnya pengguna Pertamax," jelas Faisal.
Berita Terkait
-
Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun
-
Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Harga Minyak Premium Naik, Mendag Sebut Dipicu Lonjakan CPO Dunia
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050
-
Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026
-
Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?
-
Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor