Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal, Lestari Indah, mengatakan pemerintah terus menggenjot iklim investasi. Selain mengoptimalkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu lewati digitalisasi, pemerintah juga akan menyingkronkan semangat deregulasi perizinan di level pusat dengan daerah.
"Kita sekarang akan memperkuat PTSP kita dengan mengembangkan digitalisasi. Ke depan, investor yang mau menanamkan modal, bisa kita layani tanpa keharusan tatap muka lagi," kata Lestari saat dihubungi Suara.com, Rabu (20/9/2017).
Lestari mengatakan digitalisasi ini akan dikembangkan secara bertahap. Tidak sekaligus langsung berubah dari sekarang. "Kita harapkan akan seperti itu pada akhirnya," ujarnya.
Sejauh ini, Lestari mengklaim investor cukup puas dengan performa PTSP yang yang diluncurkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di kantor pusat BKPM, Jakarta, 26 Januari 2015. Sampai saat ini belum ada keluhan serius dari para calon investor.
"Kalau soal singkronisasi kemudahan perizinan di level pemerintah daerah, Presiden sudah menerbitkan Perpres Percepatan Pelaksanaan Berusaha. Perpres itu membentuk Satgas di setiap kementerian dan lembaga dan pemda. Jadi kalau ada kesulitan berinvestasi di daerah, satgas tersebut yang akan menangani," ujarnya.
Mengacu data BKPM, realisasi investasi yang masuk ke Indonesia selama Januari - Juni 2017 mencapaiRp336,7 triliun. Jumlah tersebut mengalami peningkatan 12,9 persen dibanding Januari - Juni 2016 Rp298,1 triliun.
Realisasi investasi sepanjang Semester I 2017 juga baru mencapai 49,6 persen dari total target. Akhir tahun ini BKPM menargetkan realisasi investasi bisa mencapai Rp678,8 triliun. Terdiri dari Rp429,0 triliun dari investasi PMA atau asing dan Rp249,8 triliun dari investasi dalam negeri atau PDMN.
Baca Juga: BKPM Targetkan Investasi yang Terwujud Tahun Ini Rp678,8 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Bank Indonesia Selidiki Cacahan Uang Rupiah yang Dibuang di TPS Liar Bekasi
-
Terungkap Penyebab Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia untuk Perbankan Syariah!
-
OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi
-
Genjot Daya Saing Daerah, Arsitek Lanskap Dorong Infrastruktur Hijau
-
Ekonom PEPS: Kriminalisasi Sengketa Bisnis Hambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
Harga Emas Melemah Setelah Sempat Kembali ke Level 5.000 Dolar AS
-
Cara Update Data Desil DTKS 2026 Agar Dapat Bansos
-
Apa Itu 'Saham Gorengan'? Ramai Dibahas Imbas Kasus PIPA dan MINA
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung