Suara.com - Badan Pemeriksa Keuangan tengah melakukan Audit Dengan Tujuan Tertentu dalam proses pengadaan Alat Utama Sistem Persenjataan (alutsista) di Kementerian Pertahanan. Audit alutsista ini di bawah Auditoriat Keuangan Negara I yang dipimpin oleh Agung Firman Sampurna.
"Saya belum dapat laporan perkembangannya, tetapi kemungkinan itu masuk dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Jadi kalau dalam laporan keuangan Kemhan itu masuk dalam perhitungan aset," kata anggota BPK Harry Azhar di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/10/2017).
Dia mengungkapkan tahun lalu Panglima TNI dan Menteri Pertahanan melarang BPK mengaudit pembelian alutsista yang nilainya sebesar Rp23 triliun. Padahal audit dengan tujuan tertentu itu penting untuk mengetahui seberapa besar aset alutsista tersebut.
"Tapi kemudian kami sampaikan ke Bapak Presiden dan Menkeu, kalau ada aset negara satu rupiah pun yang tidak bisa kami periksa itu bisa menyebabkan Kementerian itu bisa kami jadikan disclaimer. Itu yang membuat akhirnya mereka mempersilahkan (untuk diaudit)," ujar dia.
Dia menambahkan audit alutsista dengan tujuan tertentu itu sangat penting. Kalau ada yang dianggap sebagai rahasia negara (dalam konteks pertahanan), dalam pelaporannya bisa dimodifikasi agar tidak terbuka kerahasiaannya.
"Dan tentu pelaporannya kami buat sedemikian rupa sehingga tidak terbuka kerahasiaannya," kata dia.
Melalui audit tujuan tertentu dapat diketahui jika ada penyimpangan dalam pengadaan alutsista tersebut.
"Itu cuma implikasi saja, kami tidak bisa memastikan ada atau tidak adanya. Itu implikasi, bisa ketahuan," ujar dia.
Baca Juga: BPK Laporan IHPS I ke Presiden
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok