Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi (26/4/2018) bergerak melemah tipis sebesar satu poin menjadi Rp13.923 dibanding posisi sebelumnya Rp13.922 per dolar AS.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (26/4/2018) mengatakan dolar AS masih berada dalam area positif terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah seiring meningkatnya imbal hasil sejumlah obligasi di Amerika Serikat.
"Pelaku pasar uang masih cenderung meningkatkan permintaanya terhadap dolar AS seiring masih meningkatnya laju imbal hasil obligasi AS," kata Reza.
Ia mengharapkan bahwa adanya pernyataan pemerintah melalui Menko Perekonomian, Darmin Nasution yang menyampaikan kurs rupiah akan kembali stabil, serta persiapan Pemilu tidak akan menganggu perekonomian nasional, hingga adanya kerja sama BKPM dengan Hong Kong dalam bidang kepariwisataan untuk meningkatkan pemasukan cadangan devisa dapat mendorong rupiah berbalik terapresiasi.
"Diharapkan sentimen dari dalam negeri itu direspon positif pelaku pasar," katanya.
Sementara itu. pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Rully Nova mengatakan bahwa secara teknikal, ruang penguatan rupiah cukup terbuka setelah nlai tukar domestik itu mengalami depresiasi dalam beberapa hari terakhir ini.
"Selain fundamental ekonomi kita yang bagus, faktor teknikal juga membuka peluang bagi rupiah terapresiasi," kata Rully Nova. (Antara)
Berita Terkait
-
Berlawanan IHSG, Rupiah Justru Berjaya di Senin Pagi
-
BI Catat Asing Bawa Kabur Dananya Rp 12,40 Triliun dari Pasar Saham
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
Meski IHSG Rebound, Rupiah Justru Ambles ke Level Rp 16,797 Pagi Ini
-
Rupiah Kembali Melemah Terseret Sentimen Global
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
Terkini
-
Saham BUMI ARB Meski Ada yang Borong, Apa Penyebabnya?
-
OJK Buka Suara soal Pengganti Ketua dan Wakil Ketua, Ini Penjelasannya
-
Airlangga Siapkan Rp 13 Triliun untuk Insentif Ramadan dan Lebaran 2026
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Epstein Minta Bantuan Israel untuk Caplok Aset dan Tambang Libya
-
5 Fakta Diskon Iuran BPJS Ketenagakerjaan 2026 hingga 50 Persen, Wajib Diketahui Ojol hingga Sopir
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Pertemuan Singkat dengan Kakak Putih Biru, Awal Perubahan Besar Ibu Murni
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
BBRI Melemah Tipis, Analis Ungkap Target Harga Saham dan Rekomendasi