Suara.com - Terjadi kegaduhan penyebaran pembicaraan melalui hubungan telepon antara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno dengan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir yang telah diedit. Akibatnya publik menerima informasi yang salah dan menyesatkan.
Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Ketua Umum eSPeKaPe (Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina) Binsar Effendi Hutabarat di Jakarta, Minggu (29/4/2018). Binsar meminta Polisi mengusut tuntas pihak penyebar rekaman yang tidak utuh itu.
Menurut Binsar Effendi yang juga Ketua Umum Komunitas Keluarga Besar Angkatan 1966 (KLB '66), rekaman tersebut menjadi kontroversi karena menyebut nama Pertamina dan ada juga menyebutkan nama Ari Soemarno, mantan Dirut Pertamina yang juga kakaknya Menteri BUMN Rini M Soemarno.
"Baru saja Pertamina digaduhkan dengan pemberhentian Elia Masa Manik dari jabatan Dirut Pertamina, sekarang dilibatkan lagi dengan adanya kegaduhan rekaman itu yang sebenarnya Pertamina sendiri sudah mencabut perjanjian untuk investasi di kilang gas di Bojonegara Cilegon Banten tersebut," kata Binsar.
"Meskipun rekaman itu didapat tahun lalu dan proyeknya juga tidak terealisasi, adanya sebutan Pertamina cukup mengganggu," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Laskar Merah Putih (LMP).
Menurutnya Dirut PLN Sofyan Basir belakangan menolak untuk jadi Dirut Pertamina menggantikan Elia Masa Manik. Sementara yang memberhentikan itu adalah Menteri BUMN Rini M Soemarno melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB).
"Tentu ada yang patut dicurigai apalagi kita sedang berada di tahun politik" imbuhnya.
Demi terjaganya kewibawaan pemerintah selaku pemegang saham 100 persen di Pertamina, itu sebabnya eSPeKaPe minta Polri mengusutnya.
"Oknum penyebar rekaman tersebut menurut kami di eSPeKaPe, bisa saja ingin melemahkan kebijakan pemerintah saat merotasi direksi Pertamina, tentu kami selaku stakeholders yang berkontribusi ikut merintis, membangun dan membesarkan Pertamina sangat ingin tahu apa motivasi mereka menyebarkan rekaman tersebut", tutupnya.
Berita Terkait
-
Jadwal dan Link Streaming Proliga 2026 Malam Ini: Adu Keras Pertamina Enduro vs Electric PLN
-
5 Kemenangan Beruntun Jadi Modal Pertamina Enduro, Megawati Incar Posisi Teratas Proliga 2026
-
Pertamina Resmi Satukan Tiga Anak Usaha ke Subholding Downstream
-
Jakarta Pertamina Enduro vs Jakarta Electric: Megawati Hangestri Pede Menang di Kandang
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa
-
BEI Wajibkan Free Float hingga 25 Persen untuk Perusahaan yang Hendak IPO
-
SKF Musnahkan 13,3 Ton Bearing Tiruan Senilai Rp9,5 Miliar
-
Bank Mandiri Raup Laba Rp56,3 Triliun di 2025, Ini Pendorongnya
-
BPS Ungkap Dampak Bencana Sumatera pada Perekonomian Indonesia, Begini Penjelasannya
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, Rupiah Malah Amblas ke Level Rp16.842!