Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo memastikan teror bom di Surabaya, Jawa Timur, tak banyak berpengaruh terhadap fluktuasi nilai tukar Rupiah.
“Selama ini pengaruh terkait terorisme sifatnya hanya minimum, tapi tentu ada pengaruhnya tapi selama ini pengaruhnya minimum," kata Agus di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (15/5/2018).
Menurut Agus, penguatan dolar AS disebabkan oleh pernyataan Menteri Perdagangan AS terkait penyesuaian tarif impor baja.
“Kelihatan dolar AS menguat antara lain didukung dengan pernyataan Menteri Perdagangan Amerika yang akan melakukan peninjauan terhadap tarif impor daripada steel," katanya.
Oleh sebab itu, Agus mengimbau masyarakat tidak panik dan khawatir berlebihan menyikapi fluktuasi yang terjadi.
BI juga menegaskan komitmennya tetap berada di pasar demi menjaga stabilitas Rupiah.
“Kalau sekarang Dolar sudah menyentuh 14 ribu, itu sebenarnya persentasenya kecil. Kalau dilihat, negara lain ada yang lebih buruk dari kita,” katanya.
Berita Terkait
-
Rupiah Makin Terpuruk! Tembus Rp17.839 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
-
Bank Indonesia Bongkar Penyebab Rupiah Terus Tertekan
-
Kasih Paham: Dolar Naik Gila-gilaan, Kenapa Rupiah Kita Kalah?
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Rupiah Guncang, Bunga Melejit: Siap-Siap Dompet Masuk UGD
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok
-
Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun
-
Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%
-
Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah
-
Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan
-
Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran