Bisnis / Keuangan
Senin, 01 Juni 2026 | 08:02 WIB
Logo Bank Indonesia (BI). [Antara]
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia menyatakan nilai tukar rupiah tertekan akibat ketidakpastian global dan konflik di Timur Tengah pada Juni 2024.
  • Peningkatan kebutuhan valas musiman untuk pembayaran utang dan dividen turut menekan stabilitas rupiah di tengah terbatasnya pasokan dolar.
  • Bank Indonesia mengoptimalkan intervensi pasar melalui transaksi NDF dan DNDF guna menjaga stabilitas nilai tukar serta ketahanan ekonomi nasional.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menilai tekanan pada rupiah masih disebabkan oleh ketidakpastian global. Salah satunya mengenai tensi konflik di Timur Tengah.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah.

"Di samping itu, terdapat peningkatan kebutuhan valas secara musiman, antara lain untuk pembayaran ULN dan repatriasi dividen, di tengah arus masuk dolar AS yang terbatas,"'katanya dalam siaran pers yang diterima, Senin (1/6/2026).

Dalam hal ini, Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, around the world, around the clock.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui mengoptimalkan intervensi pasar valas melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

Termasuk, pembelian SBN di pasar sekunder secara konsisten dan terukur.

(Kiri-Kanan) Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara Sosialisasi Tata Kelola Ekspor SDA Strategis dan Implementasi Peraturan Pemerintah tentang DHE yang digelar di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta). [Suara.com/Dicky Prastya]

"Selain itu, Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas bauran kebijakan moneter melalui penguatan struktur suku bunga instrumen moneter yang pro-market guna menjaga daya tarik aset keuangan domestik dan mendukung masuknya aliran modal asing," jelasnya.

SeIain itu, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar.

Salah satunya mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Kasih Paham: Dolar Naik Gila-gilaan, Kenapa Rupiah Kita Kalah?

Load More