Suara.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, dunia industri akan mengikuti keputusan pemerintah tentang kenaikan upah minimum provinsi atau UMP tahun 2019 yang diprediksi rata-rata sebesar 8,03 persen.
Pengumuman kenaikkan UMP untuk tahun 2019 akan disampaikan serentak pada 1 November 2018.
"Ya tentunya bagi industri asalkan sesuai dengan formula, ketentuan, ya akan ikut," ujar Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (23/10/2018).
Ia menuturkan, kenaikan UMP per tahun sudah menjadi dinamika perekonomian. Dengan begitu, pengusaha harus melakukan efisiensi sehingga bisa tetap berkompetisi.
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri sebelumnya menyampaikan kenaikan UMP untuk tahun 2019 masih merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.
Berdasarkan PP 78/2015, Hanif Dhakiri mengatakan kenaikan UMP pada tahun 2019 akan ditetapkan pada 1 November 2018, dan naik sebesar 8,03 persen.
Berita Terkait
-
Airlangga: Sejarah Partai Golkar Seperti Film Transformers
-
Airlangga Hartarto Berharap Jokowi Hadir di Ultah Golkar ke-54
-
Jelang HUT ke-54 Golkar, Harmoko sampai Luhut Panjaitan Kumpul
-
Rumah DP 0 Anies Tak Sesuai, Kubu Jokowi Singgung Ok Oce Sandiaga
-
Industri Manufaktur Jadi Tulang Punggung Perekonomian RI
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
-
Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi
-
Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M
-
Tembus Rp1,4 Triiun, Gaji ke-13 untuk TNI-Polri Telah Cair
-
Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis