- PT CASH menggelar RUPST dan RUPSLB menyetujui laporan tahunan 2025 yang mencatat rugi bersih Rp67 miliar.
- Pemegang saham menyetujui PUT I (rights issue) hingga 996 juta lembar saham dan perubahan status menjadi PMDN.
- CASH berkomitmen mengembangkan bisnis sistem pembayaran digital dengan izin PJP Kategori 2 dari Bank Indonesia.
Suara.com - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk. (CASH) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026.
Hasilnya, pemegang saham menyetujui sejumlah agenda strategis guna memperkuat fundamental perseroan dan mendorong pertumbuhan bisnis di industri pembayaran digital.
Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Rapat juga menyetujui penetapan remunerasi Dewan Komisaris serta memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Direksi untuk tahun buku 2025.
Selain itu, rapat menyetujui penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk melakukan audit atas laporan keuangan perseroan tahun buku 2026.
RUPST juga mengesahkan laporan keuangan yang mencatatkan rugi bersih sebesar Rp67 miliar untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Sementara itu, dalam RUPSLB pemegang saham menyetujui rencana penambahan modal melalui Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya 996.676.699 lembar saham.
Melalui keputusan tersebut, pemegang saham memberikan kewenangan kepada Direksi untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain rights issue, rapat juga menyetujui perubahan status perseroan dari sebelumnya Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) menjadi Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Perubahan ini merupakan bagian dari langkah penyesuaian struktur investasi dan pengembangan usaha ke depan.
Rapat juga menyetujui perpanjangan pendelegasian kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menerbitkan saham baru serta melakukan penyesuaian modal ditempatkan dan disetor terkait pelaksanaan Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan atau Management and Employee Stock Option Program (MESOP).
Baca Juga: Emiten Klinik PRDA Raup Laba Bersih Rp 207 Miliar Sepanjang 2025
Manajemen perseroan menegaskan bahwa CASH tetap berkomitmen mengembangkan bisnis utama di sektor sistem pembayaran digital. Saat ini perseroan telah mengantongi izin sebagai Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) Kategori 2 dari Bank Indonesia, sehingga seluruh kegiatan usaha dijalankan dalam kerangka regulasi sistem pembayaran yang berlaku.
“Perseroan terus berkomitmen untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital serta memberikan solusi pembayaran yang inovatif bagi pelaku usaha di Indonesia. CASH akan tetap fokus pada pengembangan bisnis utama Perseroan, yaitu di sektor sistem pembayaran dengan memprioritaskan kepatuhan terhadap regulasi yang ada sebagai perusahaan dengan izin PJP kategori 2,” tulis manajemen perseroan dalam laporan RUPS yang dikutip Minggu (15/3/2026).
Manajemen menambahkan setiap langkah strategis yang diambil perseroan akan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) serta tetap mematuhi ketentuan regulator yang berlaku.
Melalui berbagai keputusan dalam RUPST dan RUPSLB tersebut, perseroan optimistis dapat memperkuat fundamental usaha sekaligus meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026
-
Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025
-
Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit
-
Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional
-
Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat
-
Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!
-
Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!
-
7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya
-
Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
-
IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui