- Prodia mencatat pendapatan Rp 2,28 triliun pada 2025, didorong pemeriksaan rutin dan layanan esoterik.
- Laba bersih perusahaan tahun buku 2025 berhasil dibukukan sebesar Rp 207 miliar meskipun beban pokok penjualan meningkat.
- Prodia mengalokasikan belanja modal lebih dari Rp 165 miliar untuk infrastruktur, peralatan, dan inovasi digital.
Suara.com - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mencatatkan kinerja keuangan yang tetap tumbuh pada tahun buku 2025 di tengah dinamika industri layanan kesehatan. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 2,28 triliun atau meningkat 1,31 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh segmen pemeriksaan rutin yang masih menjadi tulang punggung bisnis serta meningkatnya permintaan pada layanan esoterik yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan capaian pendapatan tersebut mencerminkan efektivitas strategi perusahaan dalam memperkuat inovasi layanan dan ekosistem digital.
"Pendapatan sebesar Rp 2,28 triliun pada tahun buku 2025 mencerminkan efektivitas strategi kami dalam mengakselerasi inovasi, memperkuat ekosistem digital, serta mengoptimalkan jaringan layanan," ujar Dewi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Di sisi lain, beban pokok penjualan (COGS) tercatat sebesar Rp 949 miliar atau meningkat 5,42 persen YoY. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya volume tes serta ekspansi layanan di berbagai wilayah.
Selain itu, peningkatan biaya juga dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan medis dan reagen, serta investasi pada kualitas layanan dan teknologi diagnostik. Kondisi tersebut membuat laba kotor sedikit tertekan 1,43 persen YoY menjadi Rp 1,33 triliun.
Meski demikian, perseroan masih mampu menjaga profitabilitas operasional dengan mencatatkan laba usaha (EBIT) sebesar Rp 225 miliar dan laba sebelum pajak (EBT) sebesar Rp 264 miliar.
Dengan beban pajak sebesar Rp 58 miliar pada 2025, Prodia membukukan laba bersih sebesar Rp 207 miliar.
Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat mencapai Rp 2,70 triliun. Sementara itu, total liabilitas berada di level Rp 302 miliar dan ekuitas sebesar Rp 2,39 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang sehat dengan tingkat leverage yang rendah.
Baca Juga: Laba Bersih Melesat 115 Persen, Bank Jago (ARTO) Catat Kinerja Solid Sepanjang 2025
Perseroan juga mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 424 miliar, menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas dari kegiatan bisnis inti secara konsisten.
Sepanjang 2025, Prodia merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) lebih dari Rp 165 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan infrastruktur, modernisasi peralatan laboratorium, serta inovasi layanan digital.
Investasi ini dinilai penting untuk memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung strategi ekspansi jangka panjang.
Direktur Keuangan Prodia Liana Kuswandi menegaskan kinerja keuangan yang solid menjadi fondasi utama untuk mendukung agenda pertumbuhan perusahaan.
"Sepanjang tahun 2025, Prodia menjaga profitabilitas dan arus kas tetap solid melalui pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan serta pengelolaan biaya yang produktif, didukung struktur permodalan yang tetap sehat," kata Liana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal