- Vietjet buka rute Jakarta-Da Nang langsung mulai 29 April 2026, pertama di RI.
- Promo tiket Rp0 dan gratis bagasi 20kg tersedia selama periode 16–20 Maret 2026.
- Konektivitas ini perkuat ekonomi dan arus wisata antara Indonesia dan Vietnam.
Suara.com - Maskapai penerbangan low-cost carrier (LCC) asal Vietnam, Vietjet, kembali mengguncang pasar penerbangan Asia Tenggara. Kali ini, maskapai "generasi baru" tersebut resmi membuka rute internasional perdana yang menghubungkan Jakarta dengan Da Nang, destinasi pesisir tercantik di Vietnam.
Langkah strategis ini mencatatkan Vietjet sebagai maskapai pertama dan satu-satunya yang menyediakan layanan penerbangan langsung (direct flight) antara kedua kota tersebut. Efisiensi waktu menjadi nilai jual utama, di mana para pelancong kini tak perlu lagi repot transit untuk menikmati keindahan Vietnam bagian tengah.
Rute Jakarta – Da Nang ini dijadwalkan terbang perdana pada 29 April 2026. Untuk tahap awal, Vietjet akan melayani frekuensi lima kali seminggu setiap hari Senin, Rabu, Kamis, Jumat, dan Minggu.
"Hadirnya rute ini memperkuat posisi Vietjet dalam menghubungkan Indonesia dan Vietnam. Kini total ada lima rute yang kami operasikan, termasuk layanan dari Jakarta dan Bali menuju Ho Chi Minh City dan Hanoi," tulis pernyataan resmi perusahaan.
Jadwal Penerbangan (Waktu Lokal): VJ950 (Jakarta-Da Nang) berangkat 18.20, Tiba 22.05 dan VJ951 (Da Nang-Jakarta) berangkat 13.25, Tiba 17.20.
Bukan Vietjet namanya jika tidak menghadirkan promo bombastis. Merayakan rute baru ini, maskapai menebar tiket mulai dari Rp0 (exclude pajak & biaya tambahan) untuk seluruh jaringan Indonesia-Vietnam.
Tak tanggung-tanggung, ada juga fasilitas bagasi gratis 20kg untuk kelas Eco dan diskon 20% bagi pengguna layanan premium SkyBoss. Promo ini hanya tersedia pada 16–20 Maret 2026 melalui situs resmi dan aplikasi Vietjet Air untuk periode terbang hingga Maret 2027.
Da Nang bukan sekadar kota biasa. Kota ini adalah gerbang menuju situs warisan dunia UNESCO seperti Hoi An Ancient Town dan jembatan ikonik Golden Bridge di Ba Na Hills.
Ekspansi Vietjet tidak berhenti di sini. Pada 1 Juni 2026, mereka juga akan meluncurkan rute Nha Trang – Singapura, yang semakin mempertegas dominasi mereka di langit ASEAN. Dengan konektivitas yang makin erat, pertukaran arus wisatawan dan pertumbuhan ekonomi antara Indonesia dan Vietnam diprediksi bakal melesat tajam tahun ini.
Baca Juga: Kemnaker dan Pelita Air Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM Industri Penerbangan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026
-
Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025
-
Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit
-
Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional
-
Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat
-
Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!
-
Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!
-
7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya
-
Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
-
IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui