- BTN melakukan transformasi bisnis melalui pembaruan kredit, modernisasi cabang, dan digitalisasi layanan menuju visi 2025-2029.
- Transformasi mencakup perluasan layanan beyond mortgage dan penguatan pendanaan berkelanjutan sebagai bahan bakar utama bank.
- BTN mengimplementasikan sistem *loan factory* terpusat serta menambah 20 cabang baru dan 24 Digital Store di berbagai kota.
Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggenjot transformasi bisnis guna memperkuat layanan kepada nasabah. Langkah ini dilakukan melalui pembaruan operasional kredit, modernisasi kantor cabang, hingga pengembangan layanan digital.
Direktur Operations BTN, I Nyoman Sugiri Yasa, mengatakan transformasi tersebut merupakan bagian dari implementasi visi baru BTN untuk periode 2025–2029, yakni menjadi Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia.
"Visi ini kami jalankan melalui sejumlah strategi dalam corporate plan, mulai dari memperkuat mesin pendanaan berkelanjutan, meningkatkan proposisi produk dan cross selling, hingga menghadirkan layanan perbankan lengkap dengan pengalaman nasabah yang lebih baik," ujar Nyoman di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Menurut Nyoman, penguatan sumber pendanaan atau sustainable funding menjadi fokus utama perseroan karena merupakan bahan bakar utama bagi bank dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat.
"Pendanaan adalah bahan bakar bagi bank untuk menjalankan pembiayaan. Tanpa funding yang kuat, bank tidak akan mampu menyalurkan pembiayaan secara optimal," katanya.
BTN juga mulai memperluas layanan ke arah holistic banking proposition. Artinya, perseroan tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan perumahan atau kredit pemilikan rumah (KPR), tetapi mengembangkan layanan perbankan yang lebih lengkap atau beyond mortgage.
Melalui strategi tersebut, BTN menghadirkan berbagai produk finansial seperti layanan payroll, kartu kredit, investasi, Kredit Ringan (KRING) BTN untuk renovasi rumah, kredit multiguna, pembiayaan kendaraan, hingga kredit modal kerja.
"Ketika nasabah membeli rumah melalui KPR, mereka juga berpotensi membutuhkan produk finansial lainnya. Melalui strategi ini BTN dapat menyediakan beragam solusi keuangan bagi masyarakat," jelas Nyoman.
Dalam mendukung transformasi operasional, BTN juga melakukan pembaruan proses pengelolaan kredit melalui sistem loan factory. Sistem ini memusatkan proses pengajuan dan pengolahan kredit konsumer, termasuk KPR, secara terintegrasi.
Baca Juga: Bank Mega Syariah Koleksi DPK Rp 12 Triliun Sepanjang 2025
Sebelumnya, proses operasional kredit dilakukan melalui enam Regional Loan Processing Center (RLPC) yang tersebar di Cawang, Bekasi, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.
Namun model tersebut dinilai memiliki keterbatasan, seperti standar proses yang belum seragam antarwilayah serta kontrol yang belum sepenuhnya terpusat.
"Dengan loan factory, proses KPR diproses di satu sentral dan mengedepankan proses digital. Layanan menjadi lebih cepat, akurat, transparan, dan memiliki standar yang sama," kata Nyoman.
Selain pembaruan sistem kredit, BTN juga melakukan modernisasi jaringan kantor cabang melalui program rejuvenating branch.
Sepanjang 2025, BTN membuka 20 kantor cabang baru, merelokasi 29 kantor cabang, serta melakukan penataan ulang terhadap 10 kantor cabang agar lebih modern dan nyaman bagi nasabah.
Beberapa cabang yang telah mengusung konsep baru tersebut antara lain di kawasan Pondok Indah, Harmoni, Kuningan, hingga Central Park.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?