Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku sudah memerintahkan Duta Besar RI, Konsulat Jenderal, hingga Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) untuk melihat peluang bisnis yang ada. Ini disampaikan Jokowi, untuk memperluas pasar non tradisional di sejumlah negara.
"Kami telah perintahkan kepada dubes, kepada konjen, kepada ITPC yan kita miliki untuk melihat potensi, peluang yang ada, produk apa yang bisa masuk ke sana. Saya kira konkret," ujar Jokowi seusai menghadiri acara di Indonesia Convention Exhibition, BSD, Tangerang, Banten, Rabu (24/10/2018).
"Sehingga jangan lagi kita tergantung pada pasar besar, pasar lama yang tradisional terkadang di situ lebih volatil, sehingga semakin banyak pasar, akan semakin memberikan kemantapan kita di dalam industri orientasi ekspor," Jokowi menambahkan.
Selain itu, Jokowi juga meminta pada pelaku usaha di tanah air untuk terus memperbarui kemasan. Menurutnya, dengan kemasan yang menarik akan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.
"Sekarang berkaitan dengan memperbaharui desain, memperbaiki packaging, cara-cara marketing, cara-cara penjuajan yang baru itu harus dikenalkan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond
-
Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik
-
Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM
-
Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
-
Kejar Dana ESG Global, Industri Perunggasan Mulai Jual Data Ilmiah demi Tarik Investor
-
Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI
-
Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih
-
Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja
-
Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit
-
Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI