Suara.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus berupaya untuk menekan penggantian biaya operasional eksplorasi minyak dan gas (cost recovery).
Salah satunya, dengan mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) menggunakan produk pipa dan baja dalam negeri.
Kepala SKK Migas, Amin Sunaryadi mengatakan, saat ini penggunaan produk pipa dan baja dalam negeri belum optimal.
Pasalnya, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) penggunaan pipa dan baja baru mencapai 62,58 persen.
"Jadi ada kebijakan pemerintah menurunkan cost recovery dan ada kebijakan menggunakan produk dalam negeri. Dengan langkah ini target penggunaan baja dan pipa bisa tercapai," ujar Amin di Kantor SKK Migas Jakarta, Jumat (9/11/2018),
Dalam langkah ini, SKK Migas menggandeng Indonesia Iron Steel Industry Associaton (IISA). Dengan IISA, SKK Migas akan menentukan standart internasional yang menjadi acuan K3S memilih produk baja dan pipa.
Selain itu, Amin melanjutkan, dengan IISA pihaknya juga akan menentukan harga produk baja dan pipa. Sehingga, K3S mendapatkan harga yang sesuai yang nantinya bisa menurunkan cost recovery.
"Jadi berapanya belum tahu. Tapi kalau terlalu tinggi cost recovery naik, kalau terlalu rendah pabrik besi baja dan pipa tidak bisa survive. Kemudian didapatkan kesepakatan harga akan dirumuskan. Perumusannya ini diikuti harga bahan baku baja internasional," jelas dia.
Semantara, Ketua IISIA, Silmy Karim menyambut positif langkah pemerintah ini. Dengan adanya langkah ini, Silmy berharap negara dan pengusaha bisa sama-sama diuntungkan.
"Diharapkan dengan terjalinnya sinkronisasi antara pemerintah, pengguna dan produsen dalam menyikapi proyek di hulu migas maka efisiensi suplai baja dan pipa akan tercapai, serta negara dan pengusah sama-sama untung," imbuh dia.
Untuk diketahui, hingga Oktober 2018 ini cost recovery telah mencapai 9,7 miliar dolar AS atau setara Rp 141 triliun. Nilai tersebut hampir mencapai target APBN yang sebesar 10,1 miliar dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z
-
Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar
-
Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN
-
Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut
-
Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
-
Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya
-
Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan
-
MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni
-
Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI