Suara.com - Amerika Serikat berencana menanamkan modalnya sebesar 1,7 miliar dolar AS ke Papua Nugini. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk menyediakan jaringan listrik dan internet di Papua Nugini atau PNG.
Dilansir dari Reuters, investasi tersebut tidak hanya dilakukan oleh AS saja, melainkan AS menggandeng Australia, Jepang dan Selandia Baru untuk berinvestasi dalam proyek tersebut.
Langkah tersebut untuk melawan Cina yang terlebih dahulu berkuasa di kawasan Asia Pasific. Negara-negara tersebut saling bersaing untuk memiliki pengaruh di kawasan Asia Pasific.
"Kami percaya bahwa pengumuman hari ini adalah bukti bahwa AS dan sekutunya berniat berinvestasi di wilayah ini tidak seperti sebelumnya," kata Wakil Presiden AS Mike Pence pada konferensi pers.
Pence mengatakan ini adalah proyek pertama di bawah perjanjian kerja sama antara AS, Jepang dan Australia untuk menyediakan modal bagi infrastruktur di Asia Pasifik di tengah kekhawatiran tentang pengaruh Cina di wilayah tersebut.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Arden mengatakan proyek pembangkit listrik itu akan menelan biaya sekitar 1,7 miliar dolar AS.
Seorang juru bicara pemerintah Australia mengatakan kepada Reuters bahwa ia akan menyumbang 18,3 juta dolar AS pada tahun pertama kesepakatan itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI