Suara.com - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menargetkan penyaluran dana bergulir 2019 sebesar Rp1,5 triliun, yang terdiri dari Rp975 miliar untuk pembiayaan konvensional dan Rp525 miliar untuk pola syariah. Penyaluran dana bergulir ini lebih memprioritaskan sektor produktif.
Pernyataan itu dikemukakan Direktur Utama LPDB-KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM, Braman Setyo, dalam "Sosialiasi dan Bimbingan Teknis Dana Bergulir LPDB-KUMKM", di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (23/1/2019). Turut hadir dalam itu antara lain, Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie dan Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Yuana Setyowati.
Selain itu hadir pula Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM, Jaenal Aripin, Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Krisdianto Sudarmono, Kepala Biro Perencanaan Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi, Ketua Dekranasda Kaltara, Rita Ratina Irianto, Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltara, Hartono, serta 200 pelaku usaha koperasi dan UMKM Kaltara.
"Khusus untuk usaha-usaha di sektor produktif akan lebih banyak lagi. Saya kira, kita harus mengurangi sektor perdagangan, terutama sektor produktif, pertanian, perikanan, dan perkebunan. Semua harus ditingkatkan, karena sektor produktif memiliki nilai tambah yang cukup besar," kata Braman.
Untuk pola penyaluran, Braman mengatakan akan bekerja sama dengan dinas-dinas yang membidangi koperasi dan UMKM. Selain untuk memperkuat permodalan bagi koperasi dan UMKM, penyaluran dana bergurlir juga bertujuan untuk memperkuat peran koperasi dan UMKM dalam mendukung upaya perluasan kesempatan kerja dan pengentasan kemiskinan.
"Kita tetap kerja sama dengan dinas koperasi, karena mereka sebagai unsur pembina di daerah. Mereka yang tahu persis mana koperasi yang berkualitas, dan saya kira tidak ada koperasi yang menolak," ujar Braman.
LPDB Gaet Mitra ke Kaltara
Kaltara merupakan salah satu provinsi yang minim menyerap pembiayaan dana bergurlir LPDB-KUMKM. Hingga saat ini, total penyaluran dana bergulir di provinsi termuda di Indonesia ini baru Rp12 miliar.
Untuk itu, LPDB-KUMKM menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis ini untuk menggaet pelaku usaha koperasi dan UMKM dalam mengakses dana bergulir lebih banyak lagi.
"Ini kesempatan emas yang diberikan oleh LPDB, dan belum tentu ada lagi di sini. Karena itu kami mohon dukungan dalam acara ini, supaya dirasakan manfaatnya bagi pelaku usaha koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Utara," papar Jaenal.
Baca Juga: Tingkatkan Ekonomi, LPDB Salurkan Dana Bergulir untuk KUMKM
Pada 2018, LPDB-KUMKM menyiapkan dana bergulir untuk Kaltara sebesar Rp100 miliar. Namun minimnya respons dari mitra akhirnya realisasinya jauh dari target, yakni hanya 5 proposal pengajuan yang masuk dalam tahap analisis dan 13 proposal lainnya harus dikembalikan, karena tidak memenuhi syarat pengajuan, salah satunya terkait laporan keuangan.
"Kami ucapkan terima kasih, acara bisa berjalan dengan baik. Kami mohon maaf jika apa yang diharapkan MKM belum terlalu optimal. Ini jawaban agar penyerapan dana bergulir bisa optimal," tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Irianto menyatakan bahwa ia mengakui, masalah sumber daya manusia (SDM) yang rendah mempengaruhi tingkat penyerapan dana bergulir. Demi menindaklanjuti sosialisasi dan bimtek LPDB-KUMKM, ia menginstruksikan Disperindagkop dan UMKM Kaltara untuk membuat pelatihan peningkatan SDM bagi pelaku usaha koperasi dan UKM.
"Saya minta pelatihan, cara membuat proposal. Kalau ada tenaga pendamping yang dilibatkan, maka itu akan lebih baik, supaya masalah SDM dibenahi," tambahnya.
Sejak ditetapkan sebagai salah satu daerah otonomi baru pada 2018, Kaltara sedang berupaya untuk membangun pondasi ekonominya, dengan mengoptimalkan peran koperasi dan UMKM.
"Dana bantuan pemerintah banyak sekali. Manfaatkan fasilitas dengan baik supaya bisa tumbuh berkembang," imbuhnya.
Berita Terkait
-
LPDB Koperasi Perkuat Skema Penyaluran Dana Bergulir untuk Dukung Operasional KDKMP
-
LPDB Koperasi Akselerasi Penyelesaian Dana Bergulir di Provinsi Bali
-
LPDB Koperasi Akselerasi Penyelesaian NRB Lewat Sinergi Pusat dan Daerah
-
Dukungan LPDB Perkuat Layanan Koperasi Jasa Keselamatan Radiasi dan Lingkungan
-
Koperasi Sabalam Peroleh Dukungan Dana Bergulir, Berdayakan Petani dan Ekspor Rempah
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal