Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan duka citanya atas meninggalnya pengusaha besar Eka Tjipta Widjaja sang pendiri Sinar Mas Group. Jokowi menyampaikan duka citanya lewat karangan bunga yang dikirimkan ke Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Soebroto.
Pantauan Suara.com, karangan bunga dari Jokowi tiba di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto pada pukul 14.15 WIB.
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih menyebut, Eka Tjipta merupakan sosok yang penting bagi perekonomian Indonesia.
Pasalnya, lewat perusahaan raksasanya Sinar Mas Group, Eka Tjipta banyak menciptakan lapangan pekerjaan.
"Kita tau Sinar Mas Group ini bisnis raksasa di Indonesia yang luar biasa karena sudah ciptakan banyak lapangan kerja, yang mana ada berapa ratus ribu lapangan kerja dan juga beliau juga tokoh pengusaha yang luar biasa dan senior," ujarnya, Minggu (27/1/2019).
Sri pun berharap, semua keturunan Eka Tjipta bisa melanjutkan upaya menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia.
"Semoga saya harap sepeninggalnya Pak Eka, putra-putri dan keturunannya bisa terus membesarkan Sinar Mas Group agar terus tetap berkembang dan berguna bagi Indonesia dan memberikan lapangan kerja di Indonesia serta ikut tingkatkan perekonomian Indonesia," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan
-
Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen
-
Kepala BGN: Program MBG Dongkrak Penjualan Motor jadi 4,9 Juta Unit pada 2025
-
Jelang Imlek dan Ramadan, Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg
-
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
-
Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter