Suara.com - Krisis ekonomi berkepanjangan yang melanda Venezuela dan kelangkaan kebutuhan pokok sehari-hari, tak membuat para perempuan Venezuela kehabisan akal.
Mereka berbondong-bondong menuju kota perbatasan Kolombia untuk menjual rambut mereka. Rambut mereka dihargai dengan sejumlah uang yang membuat mereka mampu membeli berbagai kebutuhan seperti makanan, popok dan obat-obatan.
Dilansir dari BBC, selama beberapa bulan terakhir di perbatasan Kolombia, Luis Fernando mencari perempuan Venezuela yang ingin menjual rambut mereka.
"Ketika mereka datang untuk memotong rambut mereka, itu karena kemiskinan yang ekstrim. Mereka melakukan ini sebagai upaya terakhir mendapatkan uang," kata Fernando dalam sebuah unggahan video.
Fernando mengatakan, krisis di Venezuela saat ini tak dapat tertahankan lagi. Menurutnya dengan sedikit uang yang didapatkan para perempuan dari menjual rambut, mereka dapat sedikit memperbaiki kualitas hidup.
Fernando sendiri berasal dari Venezuela. Untuk bisa mendapatkan uang ia terjun ke bisnis jual-beli rambut. Fernando selama beberapa bulan terakhir sudah memotong rambut dari ratusan perempuan di Venezuela.
"Untuk 10 centimeter masih terlalu pendek, dengan 15, 20, 30 cm kami bisa membelinya," kata Fernando.
Fernando menjual rambut-rambut tersebut ke pembuat wig atau rambut ekstensi. Fernando mengatakan, meski membutuhkan uang, namun memangkas rambut dirasa sangat menyakitkan bagi perempuan Venezuela.
"Semua perempuan yang datang melalui jalan ini (perbatasan Kolombia) bermimpi suatu saat nanti akan kembali ke Venezuela, kami semua ingin kembali ke keluarga kami," kata Fernando.
Baca Juga: Sosok Asep Maulana, Tukang Cilok Mirip Shahrukh Khan
Setelah mengalami krisis ekonomi pada tahun lalu kini Venezuela mengalami krisis politik. Presiden Nicolas Maduro yang dianggap mencurangi pemilihan presiden pada tahun lalu tidak mau turun dari jabatannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat
-
Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
-
Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998
-
IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi
-
Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!
-
Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih
-
Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera
-
LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan
-
Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!