Berharap Tak Ada Bencana
Tahun 2019 ini, Nando berharap tak ada bencana alam yang melanda Indonesia. Sebab, bencana alam signifikan berpengaruh terhadap kondisi pasar di pusat grosir Tanah Abang.
Seperti ketika peristiwa gempa Lombok, tsunami Palu dan Donggala, serta tsunami di kawasan Selat Sunda terjadi, kondisi pasar di Tanah Abang langsung sepi pembeli.
“Kalau terjadi bencana alam, itu berpengaruh terhadap kondisi pasar yang jadi sepi. Sebab konsumen atau pelanggan rata-rata dari daerah. Seperti kejadian tsunami di wilayah Banten kemarin itu sangat berpengaruh ke kondisi pasar. Kalau ada bencana alam, daya beli pelanggan bisa berkurang sampai 50 persen," ucap dia.
Sementara Deki, pelaku usaha konfeksi hijab, mengeluhkan harga bahan baku kerudung yang melonjak naik tahun ini. Alhasil, keuntungannya semakin tipis dari hijab-hijab yang diproduksi. Sebab harga produk yang di jual ke pasar tetap, tidak ada kenaikan.
"Harga bahan baku sekarang mahal, sementara harga penjualan barang tetap, tidak ada kenaikan," jelasnya.
Pria 38 tahun ini mengakui, permintaan barang untuk diproduksi dari pelanggannya setahun belakangan berkurang. Menurutnya karena daya beli masyarakat melemah.
"Permintaan barang dari daerah berkurang sekitar 20 persen belakangan ini. Karena daya beli masyarakat di daerah melemah," kata dia.
Deki memiliki 9 pekerja di konfeksinya. Dalam sepekan, ia bisa memproduksi sedikitnya 4.000 helai hijab pesanan pelanggan.
Baca Juga: 'Bis Kota', Melawan Kopi Saset dari Utara Jakarta
Namun kekinian, pekerjanya tinggal 5 orang sehingga tingkat produksinya juga berkurang. Salah satu faktornya adalah karena harga bahan baku naik, sementara harga produknya tetap.
"Saya berharap harga bahan baku tidak naik tahun ini," pintanya, sedangkan bisnis fesyen muslim terus berkembang.
Pindah Online
Bagi para pedagang yang memunyai kios, gempuran pebisnis online menjadi problem. Mau tak mau, pola berdagang mereka juga mulai bergeser, dari yang mengandalkan bertatap muka langsung untuk transaksi jual beli, beralih ke online.
Nando misalnya, mengakui kekinian ia sudah jarang bertemu pelanggannya dari berbagai daerah. Meski setiap Senin dan Kamis, saat hari 'Pasar', masih banyak pelanggannya yang datang ke toko untuk belanja.
"Sekarang pelanggan saya lebih banyak belanja secara online. Jadi sekarang saya cukup kirim foto contoh produk via WhatsApp, nanti setelah deal, barang dikirim via paket ekspedisi atau kargo," tutur dia.
Ari Gunawan, pemilik Toko Adam di Blok Metro Tanah Abang mengakui, pelanggannya dari berbagai daerah mayoritas belanja secara online. Rata-rata pelanggannya melihat dan pesan produk baju gamis hanya via aplikasi obrolan ponsel.
"Rata-rata sekarang pelanggan saya belanja secara online. Saya kirim foto contoh produk via WhatsApp, dia oke, duit ditransfer, barang di kirim lewat ekspedisi," kata dia.
Selain dari beberapa daerah dalam negeri, pelanggannya juga ada dari luar negeri. Seperti dari Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam dan lainnya.
Potensi 2019
Meski tren perpindahaan bisnis dari analog ke online semakin gencar pada tahun ini, ada sejumlah hal yang tetap harus diperhatikan menurut para pakar.
Mereka mewanti-wanti, para pebisnis pemula tak sekadar mengikuti tren 'yang online-online' itu tanpa mengerti dan menyiapkan sejumlah perencanaan. Terutama dalam menentukan jenis bisnis yang mau ditekuni.
Sebagai panduan, Konsultan Perencanaan Keuangan Mike Rini Sutikno mengatakan, peluang bisnis yang potensial berkembang di 2019 adalah usaha untuk kebutuhan sehari-hari, seperti busana dan makanan. Namun peluang bisnis yang mudah untuk dijalankan adalah kuliner.
Sepanjang 2 tahun belakangan ini bisnis kuliner cukup berkembang pesat. Terlihat dari makin beragamnya jenis kuliner yang di jajakan di banyak tempat maupun di media sosial.
"Jadi bisnis yang paling aman di tahun politik ini adalah bisnis kuliner. Bisnis makanan ini lebih mudah ketimbang bidang lainnya, risikonya kecil. Cuma bagaimana kita melakukan variasi-variasi produk makanan yang dijual," kata Mike kepada Suara.com.
Pada sektor jasa, bisnis yang potensial adalah di bidang pendidikan baik itu formal maupun informal untuk menunjang kegiatan belajar anak-anak.
Contohnya buka kursus dan sebagainya. Menurutnya yang penting diperhatikan dalam membuka usaha baru adalah survei prilaku publik atau pasar.
"Kalau mau menciptakan bisnis baru, amati dulu masyarakatnya, dalam hal ini pasarnya. Yang sudah ada apa, apa yang diperlukan pasar, yang belum ada apa," terangnya.
"Yang penting dalam penggalian ide membuka bisnis baru, lihat permintaan atau demand yang belum terlayani. Bisa juga bergabung dengan jejaring bisnis yang sadah ada," tambah dia.
Dia memaparkan, kekinian berbagai macam platform digital sangat memudahkan orang untuk membuka usaha baru. Terpenting dalam membuka usaha baru adalah, harus relevan dengan kemampuan yang dimiliki pelaku bisnisnya.
"Sekarang platform digital sangat mempermudah promosi produk, siapa saja bisa melakukan bisnis," katanya.
Mike berpendapat, pola bisnis kekinian sudah jauh berubah seiring perkembangan teknologi informasi. Dari tadinya bisnis konvensional secara offline, kini bergeser ke online.
Seperti seorang nasabah yang sudah jarang datang ke bank untuk menabung atau melakukan transaksi keuangan.
Sekarang, banyak aplikasi digital keuangan yang memudahkan seseorang bertransaksi tanpa harus mengantre di bank, seperti Ovo, e-money dan sebagainya.
"Jadi ada pola bisnis sekarang sudah bergeser, yaitu dari offline ke online, dan itu tidak bisa dihindari," tuturnya.
Ia memprediksi, Tanah Abang sebagai pusat grosir berbagai macam produk tekstil ke depannya cuma jadi tempat wisata.
Toko-toko hanya jadi gudang dan tempat memajang produk. Sebab, kini mayoritas orang belanja di toko-toko Tanah Abang secara online atau via whatsapp, tanpa harus datang langsung.
"Situasi itu tidak dapat dihindari, sebab pola bisnisnya sudah bergeser," tambah dia.
Fengsui
Sementara itu, pakar fengsui Mauro Rahardjo di tahun babi tanah ini secara global situasi ekonomi positif. Namun ia menyangsikan kondisi ekonomi di Indonesia, mengingat ada Pemilu dan Pilpres 2019.
Berdasarkan analisis fengsui, ada unsur tanah dan air yang beradu sehingga menimbulkan kekeruhan. Air keruh diartikan sebagai sebuah kegaduhan sosial di masyarakat yang dapat menimbulkan perpecahan.
Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan lebih peka terhadap lingkungan sosial di tahun politik. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu SARA, ujaran kebencian dan kabar palsu alias hoaks yang marak beredar luas di dunia maya.
"Untuk mengantisipasi air keruh itu, solusinya masyarakat harus berhati-hati dan menahan diri. Jangan mudah termakan hoaks, sehingga sembrono dalam bertindak," kata dia.
Mauro Rahardjo menjelaskan, ada 5 elemen dalam tahun ini, yaitu elemen air, kayu, api, tanah dan logam.
Peluang usaha yang berkembang pada tahun ini sesuai unsur air adalah seperti bisnis perkapalan, tambak, kafe, agen tur perjalanan, perbankan, media digital, IT dan sebagainya.
Sedangkan peluang usaha yang berpotensi berkembang dari unsur tanah yaitu, bidang peternakan, pertanian, pergudangan, perhotelan dan makanan kemasan.
Namun, tantangan dan kendala dalam dunia usaha tahun ini adalah kegaduhan politik yang dapat berdampak pada perekonomian.
Apalagi suhu politik di awal tahun hingga April menjelang hari pencoblosan makin memanas. Kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden bersaing ketat untuk menang, bahkan segala cara dilakukan untuk meraih kemenangan tersebut.
"Apalagi kita tahu kedua calon ingin menang, tak ada yang mau kalah, maka mereka akan melakukan segala cara untuk menang, bahkan dengan cara-cara tak terpuji," ujar dia.
"Kuncinya hanya satu, sebelum bertindak masyarakat harus menunggu air jernih dulu. Sebab ini tahun politik, jangan sampai terjadi perpecahan.”
Berita Terkait
-
Caleg Modal Dengkul Menggantang Asa ke Senayan
-
Menjadi ESKA di Negeri Jiran saat Anak-anak, Pergulatan Batin Fitri
-
Pembunuhan Berbalas Remisi Presiden, Bagaimana Jurnalis Prabangsa Dibantai
-
Jurnalis Dibunuh, Prabangsa Dilarung ke Laut karena Tiga Berita
-
Sambut Imlek, Inilah 5 Shio Paling Beruntung di 2019
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang
-
Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar
-
B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?
-
Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad
-
BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor
-
BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio
-
BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target
-
Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP
-
Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online