- Bisnis emas BSI melonjak lebih dari 100 persen dalam delapan bulan setelah resmi menjadi bank penyimpanan dan pembiayaan emas.
- BSI menjawab tantangan aksesibilitas publik dengan transformasi digital, termasuk penyediaan 5.000 ATM/CRM di ruang publik.
- Pada 2025, BSI berhasil meningkatkan dua juta nasabah baru dengan kelolaan sekitar dua ton emas bullion.
Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) atau BSI mencatat bisnis emas alami lonjakan 100 persen dalam waktu 8 bulan. Hal ini setelah BSI secara resmi menjadi bank penyimpanan dan pembiayaan emas atau bullion bank..
Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, mengatakan kinerja BSI yang solid juga hasil dari optimalisasi dual license yang dimiliki perseroan sebagai bank syariah dengan unique selling proposition Islamic ecosystem dan juga izin sebagai bullion bank.
"Terbukti dalam kurun waktu 8 bulan terakhir sejak BSI mendapat license Bullion Bank, kenaikan bisnis emas melesat di atas 100 persen," ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (16/2/2026).
Cahyo mengatakan, berdasarkan riset yang dipelajari BSI, tantangan terbesar bank syariah saat ini adalah adanya keberadaan fisik sebagai bentuk kehadiran bank syariah di publik serta produk yang mudah diakses masyarakat secara universal.
Menjawab tantangan tersebut, dalam kurun waktu dua tahun terakhir BSI menyusun strategi transformasi digital di antaranya menyediakan 5.000 ATM/CRM di ruang publik, memperbanyak mesin EDC dan QR bekerja sama dengan merchant.
Kehadiran physical branch di tempat strategis adalah dalam rangka meningkatkan awareness melalui physical branch di tempat-tempat strategis serta masuk ke segmen retail yang notabene memiliki preferensi literasi syariah dalam pemilihan produk finansial.
"Dulu jarang ada kita melihat keterwakilan bank syariah di public place. Jika ada ATM ditempatkan di cabang. Sekarang mesin ATM BSI berlokasi di tempat-tempat umum atau pusat keramaian," katanya.
Langkah yang ditempuh BSI terbukti efektif. Bahwa Transformasi digital, penguatan kapasitas dan kapabilitas IT, peningkatan pemahaman dan inklusi produk syariah yang dapat diterima dan mudah seperti emas mampu mendorong kinerja perseroan tumbuh diatas industri.
Sepanjang tahun 2025, peningkatan nasabah mencapai 2 juta orang dengan kelolaan emas bullion sekitar 2 ton emas.
Baca Juga: Layanan Kustodian dan Kinerja Impresif Bank Bullion BSI Diakui Lembaga Internasional
BSI masuk melalui produk yang lebih inklusif salah satunya emas. Emas menjadi salah satu instrumen keuangan syariah yang mudah, universal dan investasi jangka panjang yang aman sehingga mudah diterima masyarakat.
Selanjutnya Cahyo juga menyampaikan uniqueness BSI, tidak hanya transaksi finansial. BSI juga menyiapkan layanan sahabat sosial dan spiritual untuk nasabah yang ingin berbagi/donasi melalui program Kerjasama dengan LAZNAS.
Hal inilah yang menjadi pembeda bahwa bank syariah memberikan one stop solution baik finansial maupun solusi berbuat baik kepada sesama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun