- Menteri Keuangan Purbaya mengumumkan defisit APBN 2025 diproyeksikan 2,92% dari PDB atau Rp695,1 triliun.
- Defisit tersebut diperlukan untuk memberikan stimulus ekonomi agar Indonesia terhindar dari krisis 1998.
- Kebijakan ini diambil meskipun opsi menaikkan pajak akan memperlebar defisit anggaran.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali buka-bukaan soal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada 2025 yang menyentuh angka 2,92 persen atau Rp 695,1 triliun dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Menkeu Purbaya beralasan kalau keputusan membuat APBN tekor nyaris 3 persen itu dibutuhkan untuk membuat ekonomi Indonesia yang tadinya runtuh menjadi berbalik arah.
"Untuk membalik arah, saya perlu modal. Saya kasih stimulus ke perekonomian. Bukan saya, Pak Prabowo ya, memberi stimulus ke perekonomian. Dampaknya apa? Ya defisit melebar sedikit," kata Purbaya di acara Sharia Ekonomi Forum 2026, dikutip Senin (16/2/2026).
Ia menyatakan, dirinya bisa saja menurunkan defisit APBN dengan kebijakan seperti menaikkan pajak untuk menambah penerimaan negara. Namun hal itu malah membuat ekonomi RI semakin jatuh.
Bahkan Purbaya memprediksi kalau Indonesia bisa kembali ke masa krisis 1998 jika tidak ada perbaikan lewat stimulus.
"Kalau ekonominya lagi jatuh, saya biarkan, saya naikkan pajak dan lain-lain, akan jatuh terus ke bawah. Kita bisa jatuh seperti 1997-1998 kalau kebijakannya tidak diubah. Itu ancaman yang real," imbuhnya.
Makanya ia lebih memilih memberikan stimulus dengan mengorbankan defisit APBN. Tapi dia memastikan batas defisit tidak melewati 3 persen sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
"Saya korbankan defisit sedikit, tapi tidak melewati 3 persen. Jadi kita kasih stimulus ke perekonomian. Ekonominya mulai balik, tanpa mengorbankan kehati-hatian fiskal. Itu jago banget," kelakar Purbaya.
Baca Juga: Ribut Utang Whoosh Rp120 Triliun Dibayar APBN, Bos Danantara: Saya Juga Bingung!
Berita Terkait
-
Ribut Utang Whoosh Rp120 Triliun Dibayar APBN, Bos Danantara: Saya Juga Bingung!
-
Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
-
Purbaya Sentil Bank Muamalat: Bank Syariah Pertama di RI Tapi Hampir Bangkrut
-
Purbaya Sebut Ekonomi Syariah Sukses di Jerman, Kritik Indonesia yang Pilih Ikuti Barat
-
Kabar Gembira! Anggaran THR PNS 2026 Naik Jadi Rp55 Triliun, Cair Mulai Awal Ramadan
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap
-
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok
-
Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur
-
Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar
-
5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I
-
IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik
-
Rupiah Makin Jeblok ke Rp 17.660, Purbaya Tuding Gegara Ada Sentimen 1998
-
Penyebab IHSG Ambles 3,76% pada Sesi I Hari Ini