- PT HIJAU dan PT Pei Hai membangun PLTS atap di Jombang, Jawa Timur, dengan total kapasitas Fase I 1.515 kWp dan Fase II 2.262 kWp.
- Pemanfaatan PLTS ini diproyeksikan mengurangi emisi karbon secara signifikan serta meningkatkan efisiensi biaya operasional pabrik alas kaki tersebut.
- Proyek tersebut didukung material berkualitas tinggi dan Renewable Energy Certificate (REC) untuk memenuhi standar global industri ekspor.
Suara.com - PT Investasi Hijau Selaras (HIJAU) dan PT Pei Hai International Wiratama Indonesia memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap untuk memenuhi pasokan listrik operasional pabrik alas kaki, Jombang Jawa Timur.
Kedua perusahaan itu telah membangun PLTS atap Fase I berkapasitas 1.515 kWp.
Direktur Utama PT Investasi Hijau Selaras, Victor Samuel, mengatakan pembangunan PLTS Atap fase II langsung dikerjakan dengan kapasitas 2.262 kWp.
"Pada Fase I kami memasang PLTS sebesar 1.515 kWp dan akan dilanjutkan dengan Fase II berkapasitas 2.262 kWp. Sistem ini dirancang agar andal dan berumur panjang," ujarnya seperti dikutip, Senin (16/3/2026).
Dalam implementasinya, HIJAU menggunakan struktur hot-dip galvanized (HDG) tahan korosi, material berkualitas tinggi, serta sistem pemantauan kinerja secara real time untuk menjaga performa optimal dalam jangka panjang.
Dari sisi lingkungan, PLTS Fase I diproyeksikan mampu menurunkan emisi sebesar 30.865 ton CO atau setara 49.384 pohon dalam 15 tahun. Sementara Fase II diperkirakan menekan emisi hingga 45.409 ton CO atau setara 72.649 pohon dalam periode yang sama.
Tak hanya berdampak pada lingkungan, pemanfaatan PLTS juga memperkuat posisi perusahaan dalam memenuhi tuntutan standar global, terutama bagi industri yang berorientasi ekspor.
Manajer HRD PT Pei Hai International Wiratama Indonesia, Moelyono, menegaskan penggunaan energi surya merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan.
"Penggunaan PLTS membantu kami menurunkan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang," kata Moelyono.
Baca Juga: Besok Danantara Mulai 6 Proyek Hilirisasi Rp 97 Triliun
Selain implementasi PLTS, proyek ini juga diperkuat dengan Renewable Energy Certificate (REC) sebagai instrumen resmi penggunaan energi terbarukan. Seluruh manfaat atribut lingkungan diserahkan kepada PT Pei Hai, memberikan nilai tambah baik dari sisi reputasi maupun potensi ekonomi.
HIJAU mengakui pelaksanaan Fase I sempat menghadapi tantangan, mulai dari intensitas hujan tinggi hingga keterlambatan pengiriman modul surya. Namun kendala tersebut berhasil diatasi melalui penyesuaian jadwal kerja dan koordinasi logistik.
Memasuki Fase II, fokus pengembangan akan diarahkan pada optimalisasi kapasitas dan integrasi sistem pemantauan energi yang lebih cerdas agar pemanfaatan energi surya semakin maksimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar
-
5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I
-
IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik
-
Rupiah Makin Jeblok ke Rp 17.660, Purbaya Tuding Gegara Ada Sentimen 1998
-
Penyebab IHSG Ambles 3,76% pada Sesi I Hari Ini
-
Saham BCA Punya Harapan, Segini Target Harga Hari Ini
-
Ucapan Prabowo Cukup Buat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Hari Ini
-
Rupiah Tembus Rp17.658, Pengamat Soroti Pernyataan Prabowo
-
Ambisi Raksasa PSEL Danantara: Target IPO 2028 di Tengah Penundaan dan Penolakan Keras Daerah
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei