- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berambisi mendorong pertumbuhan ekonomi hingga enam persen, melampaui target APBN 2026 sebesar 5,4 persen.
- Tujuan Menkeu menaikkan target adalah agar masyarakat dapat berbisnis dengan baik dan meningkatkan pendapatan secara keseluruhan.
- Purbaya berupaya mematahkan reputasi Moody's setelah lembaga tersebut menurunkan outlook peringkat ekonomi Indonesia menjadi negatif.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berambisi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen. Angka ini lebih tinggi dari outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang mencanangkan 5,4 persen.
Menkeu Purbaya beralasan kalau upaya ini dilakukan agar semua warga bisa berbisnis dengan baik dan berpengaruh pada pendapatan.
"Jadi walaupun di APBN pertumbuhannya ditargetkan 5,4 persen, kalau saya pribadi akan saya coba dorong terus ke arah 6 persen semaksimal mungkin. Tujuannya supaya anda semua, kita semua, bisa berbisnis dengan baik, income-nya naik semua," kata Purbaya di acara Sharia Ekonomi Forum 2026, dikutip Senin (16/2/2026).
Bendahara Negara bahkan berani untuk mematahkan reputasi lembaga pemeringkat Moody's yang sebelumnya menurunkan rating ekonomi Indonesia. Ia berpendapat kalau itu mesti dilakukan agar semua orang sejahtera.
"Dan yang paling penting saya ingin mematahkan Moody's. Saya ingin membuat reputasi Moody's jeblok dengan mengeluarkan angka yang salah, yang terlalu dini. Tapi itu bagus, kan membuat kita jadi sejahtera," lanjutnya.
Sebelumnya lembaga pemeringkat Moody’s pada Kamis (5/2/2026) menurunkan outlook peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif. Ini merupakan pukulan terbaru untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, setelah pekan lalu MSCI Inc membekukan indeks pasar modal dan menyebabkan IHSG ambruk.
Moody's dalam keterangannya mengatakan outlook peringkat Indonesia kini negatif, meski masih dipertahankan di level layak investasi Baa2, karena melihatnya adanya tanda-tanda pelemahan tata kelola serta semakin berkurangnya efektivitas kebijakan.
“Perubahan ini mencerminkan kebijakan yang makin sulit diprediksi, kekhawatiran terhadap tata kelola, dan meningkatnya ketidakpastian yang bisa mempengaruhi kepercayaan investor,” tegas keterangan Moody’s.
"Jika terus berlanjut, tren ini dapat mengikis kredibilitas kebijakan Indonesia yang sudah lama dibangun, yang selama ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat serta stabilitas makro ekonomi, fiskal, dan keuangan," ungkap Moody’s.
Baca Juga: Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998
Moody's mengatakan pihaknya akan menurunkan rating Indonesia jika kebijakan fiskal Indonesia semakin ekspansif tanpa diiringi reformasi pendapatan, keluarnya modal asing dalam jumlah besar atau adanya pelemahan perusahaan-perusahaan BUMN.
Saat ini, Indonesia berada di peringkat Baa2, peringkat kedua terendah dalam kategori layak investasi (investment grade).
Berita Terkait
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998
-
Ribut Utang Whoosh Rp120 Triliun Dibayar APBN, Bos Danantara: Saya Juga Bingung!
-
Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
-
Purbaya Sentil Bank Muamalat: Bank Syariah Pertama di RI Tapi Hampir Bangkrut
-
Purbaya Sebut Ekonomi Syariah Sukses di Jerman, Kritik Indonesia yang Pilih Ikuti Barat
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050
-
Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026
-
Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?
-
Ibu-Ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya dalam Sensus Ekonomi 2026
-
Patriot Bond Dituding Pencucian Uang, Purbaya: Dunia Gak Hitam-Putih, Jangan Sampai Kita Rugi Banyak
-
Kemendag Beberkan Penyelamat Neraca Dagang RI Masih Surplus Secara Kumulatif