Suara.com - Komisaris Utama PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) Sarman Simanjorang membantah Pemprov DKI Jakarta menambah porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan bir tersebut.
Menurut dia, porsi kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta di DLTA masih sebesar 26,25 persen.
"Saham Pemprov tersebut terbagi atas dua nama yaitu atas nama Pemprov sebesar 23,34 persen dan atas nama BP IPM Jaya sebesar 2,81 persen. Perlu kami jelaskan bahwa BP IPM Jaya merupakan salah satu SKPD di lingkungan Pemprov DKI Jakarta saat itu dan telah resmi dibubarkan pada tahun 2013," kata dia kepada Suara.com, Senin (4/3/2019).
Sarman melanjutkan, dengan pembubaran BP IPM Jaya itu maka saham dialihkan ke Pemprov DKI. Sehingga sekarang kepemilikan sahamnya digabung dan dimiliki Pemprov DKI Jakarta.
"Jadi tidak ada penambahan, dari dulu tetap sebesar 26,25 persen. Kami berharap dengan adanya klarifikasi ini publik mengetahui bahwa pemberitaan penambahan saham Pemprov DKI Jakarta di perusahaan bir Delta Djakarta dipastikan tidak benar," pungkas dia.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikabarkan menambah porsi kepemilikan saham PT Delta Djakarta Tbk (DLTA).
Delta Djakarta sendiri merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang industri bir.
Mengutip keterbukaan informasi yang terdapat di situs resmi BEI, pada Jumat lalu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah porsi sahamnya, dari 186,8 ribu lembar saham atau 23,3 persen jadi 210,2 ribu lembar saham atau 26,25 persen.
Padahal seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin melepas saham perusahaan bir tersebut. Karena, menurut Anies dividen yang didapat Pemprov DKI tak terlalu menguntungkan.
Baca Juga: Bir Bintang Ajak Masyarakat Ekplorasi Rasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Harga Minyak Mentah Terjun Bebas ke Level Terendah, Analis: Ekspektasi Oversupply
-
IHSG Diramal Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham yang Cuan untuk Diserok
-
Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya