Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, masih banyak desa di Indonesia yang belum teraliri listrik. Tercatat, hingga saat ini sebanyak 2.500 desa belum tersambung listrik.
Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM Harris mengatakan, saat ini pemerintah telah mencari solusi agar 2.500 desa tersebut bisa menikmati listrik. Salah satunya dengan menggunakan energi terbarukan.
"Ada 2.500 desa lebih yang belum ada listriknya sama sekali. Tapi 2.500 desa itu sama sekali belum ada dan pemerintah punya program untuk itu," kata dia dalam Pameran Solartech Indonesia, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019).
Harris menuturkan, sebenarnya rasio elektrifikasi sebesar 98 persen tidak selamanya listrik di semua daerah bisa menyala. Menurut dia, beberapa daerah hanya bisa menikmati listrik hanya dalam 5-12 jam saja dalam waktu sehari.
Oleh karena itu, sambung dia, pemerintah yang bekerja sama dengan swasta akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan penetrasi 6.500 megawatt hingga 2025.
"Ini bisa kita bandingkan dengan saat ini ada, saat ini PLN dengan swasta ini yang beroperasi sekarang itu baru 66 ribu MW. PLTS itu dibangun sampai 2025 itu ada 10 persen, sangat besar itu, dan itu dipakai dimana saja, itu PLTS dikembangkan oleh IPP swasta," ucap dia.
Kendati demikian, tambah Harris, sebenarnya pemerintah juga punya program untuk penerangan di daerah, yitu lewat Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).
Meskipun, hanya berkontribusi 0,2 persen terhadap rasio elektrifikasi, akan tetapi program ini bisa menerangi daerah yang belum teraliri listrik.
"Ini sudah dibangun dan yang sudah terpasang 2017-2018, jumlahnya sebanyak 250 ribu lampu dan perlu juga dicatat 250 ribu lampu itu, 230 ribu di Papua. Hitungan rasio elektrifikasi kami juga memasukan LTSHE menjadi bagian meskipun hanya 0,2 persen. Tapi Papua yang tadinya 60an persen menjadi 90 persen," tutup dia.
Baca Juga: Mau Tekan Biaya Tagihan Listrik Supaya Lebih Murah? Begini Caranya
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026