Suara.com - Jalan utama menuju ke sejumlah objek wisata di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat semakin sering macet, sehingga sejumlah pengusaha objek wisata di daerah itu berinisiatif segera bertemu Bupati Bogor guna mencari jalan keluar yang terbaik.
"Sekarang ini kalau kami ditanya kendala objek wisata di kawasan sini, jawabannya satu kata, yaitu macet," tegas General Manajer Royal Safari Garden (RSG), Lies Yuwati didampingi Manajer Pemasaran dan Komunikasi Dian Sagita di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Senin malam.
Lies Yuwati menjelaskan, selain kemacetan itu perlu diurai, juga perlu adanya kepastian tentang jam buka-tutup jalan dari dan menuju ke arah Puncak tersebut, agar warga yang datang dari jauh sudah bisa mempersiapkan diri dengan baik dan lebih pasti.
"Karena jam buka-tutup belum ada kepastian secara pasti dan tetap, maka banyak wisatawan yang datang jauh-jauh dari berbagai daerah di Indonesia untuk berwisata di kawasan itu mengurungkan niatnya atau gagal," ujarnya.
Kemacetan lalu lintas itu, lanjut dia, belakangan ini tidak hanya pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, tapi juga sudah terjadi pada hari biasa.
Kondisi itu, jika terus dibiarkan, maka selain akan mengurangi bahkan menurunkan minat masyarakat berwisata, juga akan sangat berpotensi menimbulkan kerugian di banyak pihak dan sektor, utamanya yang terkait dengan bisnis pariwisata serta pendapatan daerah.
Karena itu, pihaknya sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan kalangan dunia usaha pariwisata setempat, juga dengan Pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) setempat membahas soal itu, namun belum juga membuahkan hasil yang maksimal.
Beberapa dampak negatif jika masalah lalu lintas di kawasan itu tidak segera diatasi, antara lain adalah banyak warga yang kurang nyaman, bahkan gagal menikmati objek wisata di sana, juga menurunnya jumlah kunjungan wisatawan, serta jumlah tamu hotel-hotel di kawasan tersebut.
Lies bahkan mengungkapkan penurunan jumlah hunian kamar hotel akibat kemacetan lalu lintas itu sudah mencapai sekitar 20 persen, namun dia tidak menyebutkan angkanya secara rinci.
Baca Juga: Astra Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran di Tol Tangerang-Merak pada H-5
Dia menambahkan pula, pada menjelang akhir Ramadan atau menjelang perayaan Idul Fitri 1440 H/2019 M ini, jumlah pesanan kamar hotel di kawasan Puncak Bogor ada yang baru berkisar 50 persen, namun dia berharap dan merasa optimistis angka itu akan meningkat lagi hingga mendekati hari Lebaran nanti.
Sementara itu, Direktur Taman Safari Bogor, Jansen Manansang didampingi Humasnya, Yulius H Suprihardo mengatakan, pihaknya sedang dan akan terus memaksimalkan persiapan guna menyambut lonjakan wisatawan pada perayaan Idul Fitri tahun ini.
Senada dengan Lies Yuwati, ia mengatakan salah satu kendala utama dan yang paling sering dikeluhkan oleh para wisatawan yang akan masuk ke objek wisata yang dikelolanya adalah soal kemacetan lalu lintas itu.
"Memang benar di kawasan sini (Cisarua, Bogor) banyak sekali objek wisata menarik dan banyak pula masyarakat dari berbagai daerah yang sudah tahu dan akan datang ke sini, tetapi ya itu kendala dan yang paling sering dikeluhkan adalah soal macet," katanya.
Jansen mencontohkan salah satu objek wisata baru yang ada di TSI akhir-akhir ini adalah Panda. Namun banyak yang terkendala datang karena kemacetan lalu lintas.
Karena itu ia berharap aparat Dinas Pehubungan, Polri, utamanya Polantas, dan Pemerintah Kabupaten Bogor bisa segera mencarikan solusi terbaik atas masalah tersebut demi kepentingan bersama, yakni masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah darah. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa
-
BEI Wajibkan Free Float hingga 25 Persen untuk Perusahaan yang Hendak IPO
-
SKF Musnahkan 13,3 Ton Bearing Tiruan Senilai Rp9,5 Miliar