Suara.com - Perkembangan industri keramik semakin menjanjikan, seiring gencarnya pembangunan yang digalakkan baik oleh pemerintah maupun swasta.
Produk keramik kini semakin beragam pilihan dengan model dan jenis yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Begitu juga dari segi ukuran, beragam varian ukuran keramik lantai kini sudah tersedia dipasaran.
Namun, permintaan masyarakat akan produk penutup lantai yang lebih tahan lama dengan ukuran yang lebih besar menjadi tantangan tersendiri bagi produsen seperti PT Dekoramik Perdana (Sandimas) yang sudah terkenal dengan produk penutup lantainya.
Dekoramik Perdana meluncurkan produk granite tile terbarunya dengan ukuran yang lebih besar dengan dimensi 60cm x 120 cm dan 90 cm x 180 cm. Koleksi terbarunya ini memiliki desain yang menyerupai marmer dan granite alam.
"Kami terus berkomitmen memberikan pilihan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan granite tile berkualitas dengan desain menarik untuk huniannya. Secara ukuran, kami yakin dengan ukuran yang lebih besar dan menyerupai marmer, produk kami akan disukai masyarakat," ucap CEO Dekoramik Perdana Linda Tan dalam keterangannya, Jumat (23/8/2019).
Menurut Linda Tan, kebutuhan granite tile ukuran besar di Indonesia masih besar peluang pasarnya, terlebih jenis penutup lantai yang terjamin kualitas dan desainnya. Untuk produk terbarunya ini, perusahaan menargetkan pasar kalangan menengah ke atas.
“Kami percaya pasar keramik di Indonesia masih terus berkembang, Sandimas telah lama menyediakan beragam jenis granite tile untuk segala segmen pasar. Namun, untuk produk terbaru ini, kami sasar segmen menengah keatas yang berjiwa muda dan menyukai sentuhan alami, “ Jelas Linda Tan.
Berita Terkait
-
Naik Angkot dengan Lantai Keramik, Warganet Serasa di Rumah Sendiri
-
Bikin Keramik Bukan Lagi Hal Rumit Kalau Sudah Ikut Komunitas Ini
-
Seniman Keramik Jakarta Unjuk Gigi Melalui Pameran Ini
-
150 Keramik Bersejarah Hias Museum Seni Rupa dan Keramik Kota Tua
-
Serba - Serbi Keramik Ternyata Berasal Dari "Bengkel" Ini !
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya