Suara.com - Kementerian Keuangan RI mencatat posisi utang pemerintah hingga Juli 2019 mencapai Rp 4.603,62 Triliun.
Berdasarkan data APBN Kita, posisi utang tersebut itu naik Rp 33,45 triliun dibandingkan utang pada posisi Juni 2019 yang sebesar Rp 4.570,17 triliun.
Jika dirinci lebih lanjut, utang pemerintah pusat itu masih didominasi dari Surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 3.820,90 triliun.
Disusul oleh utang pinjaman sebesar Rp 782,72 triliun atau lebih rendah dibandingkan pada Juni 2019 sebesar Rp 789,82 triliun
Sementara SBN tersebut terdiri dari SBN berdenominasi rupiah mencapai Rp 2.788,30 triliun. Sedangkan, utang SBN berdenominasi valas mencapai Rp 1.032,60 triliun.
Utang pinjaman terdiri dari pinjaman luar negeri pemerintah kekinian mencapai sebesar Rp 775,30 triliun. Dan pinjaman dalam negeri pemerintah mencapai Rp 7,42 triliun.
Adapun level rasio utang sebesar 29,51 persen atau masih jauh lebih rendah dari batas yang ditetapkan dalam UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara sebesar 60 persen.
Berita Terkait
-
Turun Tipis, Utang Pemerintah Semester I 2019 capai Rp 4.570 Triliun
-
Utang Pemerintah Naik Jadi Rp 4.571,89 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman
-
Bank Dunia Setuju Kasih Utang ke Pemerintah Jokowi untuk Bangun Kota
-
Utang Pemerintah Capai Rp 4.528 Triliun Per April 2019, Masih Terus Naik
-
Lagi-lagi Naik, Utang Pemerintah Hingga Maret 2019 Tembus Rp 4.5 Triliun
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah
-
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi
-
Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I
-
Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK
-
Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing