Bisnis / Keuangan
Senin, 09 September 2019 | 08:31 WIB
Suasana gerai penukaran uang di Jakarta, Kamis (1/3).

Suara.com - Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi di awal pekan ini pergerakan nilai tukar rupiah bakal kembali menekan dolar AS.

Menurut pengamatannya, penguatan rupiah didorong dari pasar yang masih menyambut positif negosiasi dagang lanjutan antar AS dan China di bulan Oktober.

Kendati demikian, pasar tetap mewaspadai efek samping dari perang dagang seperti ekspor China bulan Agustus yang menurun, dan data tenaga kerja AS yang masih positif.

"Rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp 14.060 - Rp 14.150," kata Aris dalam riset hariannya di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada Jumat sebelumnya (6/9/2019) berada di level Rp 14.087 per dolar AS.

Level itu menguat bila dibandingkan Kamis sebelumnya yang berada di level Rp 14.101 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Jumat minggu kemarin berada di level Rp 14.140 per dolar AS.

Posisi itu menguat bila dibandingkan pada Kamis sebelumnya yang berada di level Rp 14.153 per dolar AS.

Baca Juga: Perang Dagang Buat Rupiah Terus Tertekan Dolar AS

Load More