- BPS melaporkan bahwa angka kematian ibu nasional turun menjadi 144 per 100.000 kelahiran hidup.
- Kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua memiliki risiko kematian ibu tiga kali lipat lebih tinggi dibanding Jawa-Bali.
- Disparitas layanan kesehatan antarwilayah menyebabkan kesenjangan signifikan pada angka kematian bayi nasional, khususnya di wilayah Papua Pegunungan.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat masih tingginya angka kematian ibu melahirkan di kawasan timur Indonesia, khususnya Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Meskipun, secara nasional indikator kesehatan ibu dan anak menunjukkan perbaikan.
Data Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2025 menunjukkan kesenjangan tajam layanan kesehatan maternal antarwilayah masih menjadi persoalan besar, dengan risiko kematian ibu di Indonesia timur hampir tiga kali lipat dibanding Jawa-Bali.
"Meskipun MMR menurun, tetapi masih terdapat kesenjangan MMR (Maternal Mortality Ratio) antarwilayah," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
BPS mencatat Angka Kematian Ibu Melahirkan nasional hasil Supas 2025 berada di level 144 kematian per 100.000 kelahiran hidup, turun 45 poin dibanding Long Form Sensus Penduduk 2020.
Namun penurunan nasional tersebut belum merata. Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua justru masih mencatat angka tertinggi, yakni 317 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup.
"Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Papua masih memiliki MMR tertinggi, yaitu 317 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, di mana angka ini hampir 3 kali lipat dibandingkan dengan wilayah Jawa-Bali yang hanya sebesar 114," ujar Amalia.
Artinya, seorang ibu di kawasan timur Indonesia menghadapi risiko kematian saat hamil, melahirkan, atau pasca persalinan jauh lebih besar dibanding ibu di wilayah barat yang infrastruktur kesehatannya lebih baik.
Tak hanya ibu, BPS juga mencatat disparitas serupa pada kematian bayi. Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) nasional memang turun menjadi 14,12 per 1.000 kelahiran hidup, tetapi kesenjangan antarprovinsi masih sangat lebar.
"Wilayah timur Indonesia cenderung memiliki kematian bayi yang lebih tinggi dibandingkan wilayah barat," kata Amalia.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan IMR tertinggi, mencapai 37,04 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup, jauh di atas DKI Jakarta yang mencatat 9,26.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I
-
Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China
-
Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional
-
Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan
-
Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang