Bisnis / Keuangan
Rabu, 06 Mei 2026 | 12:18 WIB
Langkah mengejutkan datang dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Diam-diam, institusi pengelola investasi "raksasa" milik pemerintah ini mulai mencaplok saham emiten teknologi tanah air, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Foto GOTO.
Baca 10 detik
  • BPI Danantara resmi beli saham GOTO di bawah 1% via bursa saham.

  • Langkah Danantara jadi bukti kepercayaan terhadap prospek bisnis GOTO.

  • Manajemen rutin lapor kepemilikan saham 1-5% secara privat ke pihak BEI.

Suara.com - Langkah mengejutkan datang dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Diam-diam, institusi pengelola investasi "raksasa" milik pemerintah ini mulai mencaplok saham emiten teknologi tanah air, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Kabar masuknya Danantara ke dalam struktur pemegang saham GOTO dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen. Corporate Secretary GOTO, R A Koesoemohadiani, mengungkapkan bahwa Danantara telah mengeksekusi pembelian saham GOTO melalui pasar sekunder (bursa).

“Perseroan menyambut baik investasi tersebut, sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya,” ujar Koesoemohadiani dalam keterangannya dikutip Rabu (6/5/2026).

Meski tidak merinci nilai transaksinya, manajemen menyebut porsi kepemilikan Danantara saat ini masih berada di bawah angka 1 persen dari total saham tercatat. Walau tergolong minoritas, masuknya "tangan kanan" pemerintah ini menjadi suntikan moral yang besar bagi emiten berkode saham GOTO tersebut.

Koesoemohadiani menilai, keputusan Danantara berinvestasi di GOTO mencerminkan kepercayaan investor institusi terhadap prospek bisnis perseroan di masa depan. Hal ini juga menjadi pemicu bagi perusahaan untuk terus menjaga tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

Terkait transparansi, GOTO menegaskan komitmennya untuk patuh pada aturan main di bursa. Sejak Maret 2026, perseroan rutin melaporkan daftar pemegang saham dengan kepemilikan di rentang 1 persen hingga 5 persen kepada otoritas bursa.

“Sesuai ketentuan BEI, informasi tersebut bersifat privat dan disampaikan secara terbatas kepada bursa,” tutupnya.

Aksi "serok" saham oleh Danantara ini seolah menjadi validasi bagi GOTO yang baru saja mencetak laba perdana sebesar Rp257,9 miliar, yang ditopang oleh moncernya komisi mitra dan sektor fintech. Apakah ini sinyal GOTO akan menjadi anak emas dalam portofolio investasi negara? Menarik untuk dinanti.

Baca Juga: Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak

Load More