Suara.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana mengadakan pertemuan dengan jajaran kepala daerah di Provinsi Papua dan Papua Barat guna membahas konektivitas di seluruh wilayah Pulau Cendrawasih.
"Siang ini kami akan mengadakan rapat tentang bandara Jayapura, Wamena, Yahukimo, FakFak, dan Sorong. Semua kami bahas, supaya bisa memastikan konektivitas itu bisa dilaksanakan," kata Budi Karya, Minggu (13/10/2019).
Menhub menjelaskan, pertemuan dengan para kepala daerah tersebut untuk menindaklanjuti operasional ratusan bandara dan pelabuhan yang telah dibangun di wilayah Papua.
"Untuk diketahui kita membangun ratusan bandara di Papua juga pelabuhan, kita memastikan konektivitas itu, kalau bisa dilaksanakan maka pembangunan makin bisa dirasakan," kata dia.
Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani yang turut mendampingi Menhub menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang memberikan perhatian pada akses konektivitas dan transportasi di Papua.
"Gubernur Papua dan Papua Barat, dan bupati setanah Papua akan rapat dengan Pak Menteri untuk membicarakan kebijakan-kebijakan dalam rangka membangun berbagai prasarana perhubungan yang ada di Papua dan Papua Barat," kata Lakotani.
Sebelum pertemuan yang akan dilaksanakan pada Minggu siang, Menteri Perhubungan bersama dengan Wakil Gubernur Papua Barat, Bupati Fak-Fak, Bupati Yahukimo, Asmat, dan lainnya melakukan aksi solidaritas untuk Wamena di area hari bebas kendaraan Bundaran HI Jakarta.
Kementerian Perhubungan bersama dengan Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Ikatan Alumni Universitas Cendrawasih, dan Keluarga Alumni Gadjah Mada mengadakan aksi solidaritas untuk Papua bertajuk Kitorang Basodara pada Minggu.
Aksi solidaritas Kitorang Basodara dimulai dengan senam bersama yang disusul dengan jalan sehat dengan iringan marching band Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) dan musisi dari Papua. (Antara)
Baca Juga: Imbas Konflik, Menhub Bahas Nasib Bandara di Papua Siang Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Ada Danantara di Demutualisasi Bursa, Apa Untungnya Buat Investor?
-
Kronologi PT Narada Aset Manajemen Manipulasi Saham IHSG, Ini Sosok Pemiliknya
-
OJK Mulai Kumpulkan Data Saham Gorengan, Ini Bocorannya
-
BEI: 2 Emiten Konglomerat Bakal IPO, Ini Bocorannya
-
PLTSa Ditargetkan Mulai Beroperasi pada 2027
-
Saham BUMI Terkoreksi Tajam Usai Lonjakan Signifikan, Ini Kata Analis
-
Bank Indonesia Gabung dengan Proyek Nexus, Apa Untungnya?
-
Purbaya soal Bos BEI-OJK Mundur: Pertanda Baik, Mereka Salah dan Harus Tanggung Jawab
-
Pesan Purbaya ke Investor: Jangan Cemas soal Investasi di RI, Saya Menteri Pintar
-
Mayoritas Harga Pangan Turun, Cabai Rawit Merah Masih Naik Tembus Rp 62.000/kg