Suara.com - Setelah kopi susu kekinian, muncul berbagai jenis minuman tenar lain seperti cheese tea dan boba. Untuk jenis minuman ini, biasanya pasti mengingat satu merek yang cukup terkenal di kalangan anak muda, yakni Gulu-Gulu dan Xing Fu Tang.
Kepopuleran Gulu Gulu hingga Xing Fu Tang mampu membuka peluang bisnis food and beverage (F&B) yang menyegarkan.
Selain bisa mengeruk peluang bisnis ini dengan membeli unit waralaba yang disediakan Sour Sally Group, Anda juga bisa menciptakan usaha yang sama dan bisa terus eksis serta mereguk cuan.
Agar bisnis bisa bertahan menghadapi persaingan dan tetap eksis, tak ada salahnya mengikuti resep jitu memulai bisnis dari para pengusaha muda inspiratif dan para expert yang lagi viral.
Mulai dari Managing Director of Xing Fu Tang Indonesia Vancelia Wiradjaja, Founder of Kopi Janji Jiwa Billy Kurniawan, Founder of Kokumi Jacqueline Karina, CEO and Founder of Sour Sally Group Donny Pramono Ie, Founder of Monstore Agatha Carolina.
Founder of vosFoyer William Sudhana, Managing Director of Gushcloud Indonesia Oddie Randa, Head of Strategic Investment Telkomsel Nazier Ariffin hingga Financial Planner, Business Consultant Mada Aryanugraha.
Para pengusaha yang merilis bisnis viral ini bisa memberikan ide menarik, dan bisa mendapat seputar tips dari beberapa ahli yang akan membantu penjualan bisnis Anda.
Salah satunya, datang dari Donny Pramono Ie, CEO and Founder of Sour Sally Group yang memberi bocoran bagaimana caranya agar bisnis Anda bisa tetap eksis.
Menurut Donny, hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat bisnis Anda bisa diterima masyarakat hingga viral ialah inovatif.
Baca Juga: Chef Martin Praja Nilai Kopi dan Boba Masih Jadi Tren di 2020
“Think different. Not (only) better. Di dalam setiap usaha yang dijalankan, selalu dibutuhkan inovasi dan ide-ide baru. Maka harus bisa selalu berpikir berbeda, unik, memiliki alasan yang tepat dari kenapa dibuatnya ide tersebut, bukan hanya sekadar lebih baik,” ungkapnya di acara #EntrepreneursTalk dengan tema Grow Your Business with Smart Starter Packs yang dihelat MoneySmart di UnionSpace, Jakarta Selatan.
Tak hanya itu saja, untuk membuat produk yang dijual laris manis hingga booming, maka hal lain yang harus dilakukan ialah mengikuti tren yang tengah berkembang.
“Untuk mencapai kesuksesan, hampir semua bisnis F&B harus melewati tiga fase, di antaranya tren/hype stage di mana brand atau produk tersebut harus bisa booming dan menjadi hype yang dibicarakan semua orang,” imbuh Donny.
Lebih lanjut, Donny mengungkapkan, memiliki bisnis F&B maka harus menjadikannya sebagai sebuah kebutuhan bukan hanya keinginan. Sehingga, produk ini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari.
Tahap terakhir yang harus dilihat ialah culture/budaya stage yaitu saat brand/produk Anda sudah dapat disesuaikan menjadi budaya dalam suatu wilayah, dan melekat.
Jika semua tahap-tahap tersebut dijalani, Donny memastikan, usia brand/produk yang Anda jual dapat bertahan dalam jangka panjang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan
-
Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham
-
Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings
-
Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja
-
Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara
-
Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM
-
Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar
-
Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!
-
Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih
-
Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun