Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini, Selasa (14/1/2020) dibuka menguat 12 poin atau 0,20 persen ke level 6.308,89.
LQ45 pun dibuka menguat ke level 1.028,24 naik 3 poin atau 0,29 persen.
Mengawali perdagangan, terdapat 29 saham menguat, 6 saham melemah, dan 10 saham stagnan.
Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp 13.658 per dolar AS.
Analis pasar modal dari PT MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, penguatan lanjutan IHSG Selasa ini tidak tertahankan menyusul naiknya DJIA sebesar 0,29 persen serta menguatnya EIDO sebesar 1,23 persen ditengah penguatan beberapa harga komoditas diantaranya Coal 1,85 persen dan Timah 0,84 persen.
"Mengetahui IHSG berpeluang kembali menguat hari ini, kami semakin bersemangat merekomendasikan investor melakukan trading harian atas saham dari sektor Coal, Properti, Retail, Rokok, Teknologi Informasi dan Bank dalam perdagangan Selasa ini," kata Edwin dalam pesan singkatnya, Selasa (14/1/2020).
Menurut analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, secara teknikal laju IHSG kembali mengkonfirmasi flag pattern yang kuat di atas Moving Average 200-Day (MA200) dan breakout upper bound flag pattern yang berpotensi terbentuk.
Dia menyebutkan, pola bullish continuations tersebut akan mengarah pada target level flag pole di kisaran 6.350-6.400.
Indikator Stochastic bergerak positif, setelah golden-cross dan RSI memiliki momentum optimistis yang mengimbangi perbaikan volume perdagangan.
Baca Juga: Gubernur BI: Aliran Modal Asing ke Indonesia Masih Deras di Awal 2020
"Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan kembali bergerak menguat dengan rentang pergerakan di level 6.258-6.350," ujar Lanjar.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek