Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah menyiapkan tiga langkah untuk antisipasi produk pertanian yang diimpor dari China. Hal ini untuk antisipasi adanya wabah virus corona yang terjadi di Wuhan, China.
Pertama, mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini akan menunda masuknya produk impor pertanian dari China.
"Jadi kami tidak nunggu di pintu lagi. Jadi melakukan delay semaksimal mungkin impor yang masuk, delay tidak berarti menutup ya, delay namanya," ujar Syahrul saat ditemui di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (30/1/2020).
Kedua, produk China yang akan masuk ke Indonesia kata Syahrul, terlebih dahulu diisolasi. Kemudian Ketiga, produk pertanian tersebut akan diperiksa.
"Kalau untuk sementara sih semua cold ini tidak ada yang kita buka dulu untuk sementara ya," ucap dia.
Kendati demikian, Syahrul menegaskan, pihaknya tak menutup impor produk pertanian dari China. Hanya saja ia akan menunda sementara kegiatan itu.
"Saya tidak mau pakai bahasa itu (tutup impor). Bahasa itu tidak terlalu bagus untuk diplomasi," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya
-
Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen
-
Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi
-
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk
-
Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan
-
Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi
-
420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital
-
Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138
-
S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara