"Kami mengantisipasi bahwa Fed akan memangkas suku bunga setidaknya 50 basis poin selama beberapa bulan mendatang, dengan perkiraan dasar baru kami mengharapkan pemotongan 25 basis poin pada dua pertemuan berikutnya pada bulan Maret dan April," kata pakar ekonomi dari Deutsche Bank.
Sementara itu, James Bullard, Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard mengatakan ia terbuka untuk memotong suku bunga "jika situasinya memburuk dan sepertinya akan ada efek besar pada ekonomi Amerika Serikat. Namun kita harus sampai ke titik itu."
Ada juga kesamaan di antara pembuat kebijakan di seluruh dunia, dengan pejabat di Kanada, Eropa, Jepang, Swiss, dan di tempat lain mengatakan mereka siap bertindak jika Virus Corona tetap tidak terkendali.
Bank of Canada menjadi yang pertama dalam mengadakan pertemuan tentang kebijakan pada minggu depan. Tidak ada perubahan dalam tingkat Dewan Komisaris, tetapi pasar uang sekarang menghargai penurunan seperempat poin.
Perkiraan mendasar bagi para pembuat kebijakan secara global adalah Virus Corona tetap berlanjut seperti halnya wabah virus lainnya, tanpa menghentikan perekonomian dunia sepenuhnya.
James Bullard menempatkan parameternya sendiri di sekitar itu: serangan COVID-19 yang menelan begitu banyak korban jiwa menjadi sumber ketakutan investor dan masuk penilaian di setiap pemotongan suku bunga.
Para pembuat kebijakan Eropa mengatakan mereka juga percaya masih terlalu dini untuk mengatakan apakah tanggapan bank sentral sesuai.
"Ini adalah masalah kebijakan moneter yang sangat kompleks dalam pandangan saya, namun tidak memerlukan tindakan kebijakan moneter akut," kata Jens Weidmann, Presiden Bundesbank, pada Jumat (28/2/2020).
Baca Juga: Karantina Corona WNI Diamond Princess Dipisah dengan World Dream di Sebaru
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
Terkini
-
OJK Buka Suara soal Pengganti Ketua dan Wakil Ketua, Ini Penjelasannya
-
Airlangga Siapkan Rp 13 Triliun untuk Insentif Ramadan dan Lebaran 2026
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Epstein Minta Bantuan Israel untuk Caplok Aset dan Tambang Libya
-
5 Fakta Diskon Iuran BPJS Ketenagakerjaan 2026 hingga 50 Persen, Wajib Diketahui Ojol hingga Sopir
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Pertemuan Singkat dengan Kakak Putih Biru, Awal Perubahan Besar Ibu Murni
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
BBRI Melemah Tipis, Analis Ungkap Target Harga Saham dan Rekomendasi
-
Citigroup: Pemangkasan Batu Bara Ancam Operasional Tambang dan Risiko Denda Kontrak