Suara.com - Tindakan korupsi bisa menjadi penghambat investasi. Sebab, korupsi merupakan salah satu indikator yang menjadi perhatian investor untuk menanamkan investasinya di tanah air.
Hal tersebut dikatakan langsung Founding Partner Assegaf Hamzah & Partners Ahmad Fikri Assegaf kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam sebuah diskusi terkait Omnibus Law di Jakarta, Kamis (5/3/2020).
"Penyakit yang jadi penghambat utama investasi yakni korupsi. Kita punya harapan besar di sini," kata Fikri.
Fikri mencontohkan selama ini sebelum adanya sistem Online Single Submission (OSS) untuk mengurus proses pendirian usaha bisa memakan waktu hampir 1 tahun. Proses yang lama inilah kata dia memungkinkan terjadinya praktik korupsi.
"Ini baru mulai dengan OSS sekarang, penuh keterbatasan saja sudah memangkas potensi suap korupsi signifikan," katanya.
Sehingga kata Fikri dirinya mendukung proses pemangkasan regulasi aturan yang ada dalam RUU Omnibus Law (OL), diharapkan dengan adanya RUU ini praktik korupsi dalam proses perizinan perlahan menghilang.
"Jadi saya sangat yakin dan berharap, keberhasilan RUU OL ini dan keberhasilan menyambung dengan OSS. Kalau OL pas dan OSS tidak beres percuma. Ketika bisa disambungkan, saya yakin bahwa tingkat korupsi itu akan turun signfiikan karena transaksi serba online. Itu memunculkan transparansi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan
-
Harga Avtur Turun 10 Persen Mulai 1 Juni
-
Bank Indonesia Bongkar Penyebab Rupiah Terus Tertekan
-
Kemenperin Minta Kaji Ulang Kemasan Polos Produk Tembakau
-
Bisnis Logistik Ikut Kecipratan Berkah Pariwisata Bali
-
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga September 2026, Apa Efeknya?
-
Pertamax Turbo Naik, Harga BBM Pertamax Tetap Dibanderol Rp 12.300
-
Airlangga Klaim Kebijakan Ekspor Satu Pintu Tak Ganggu Ambisi RI Jadi Raja Kendaraan Listrik
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN