Suara.com - Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan hari ini Jumat (27/3/2020).
Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 98 poin menjadi Rp 16.230 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.328 per dolar AS.
Sementara data RTI mata uang garuda juga menguat terhadap mata uang negeri paman sam tersebut. Rupiah menguat 240 poin atau 1,47 persen menuju level Rp 16.065.
Data Bloomberg pukul menunjukkan, rupiah terapresiasi 80 poin atau 0,49 persen menjadi Rp 16.225 per dolar AS dari posisi kemarin Rp 16.305 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp 16.105-16.205 dengan level pembukaan di Rp 16.105 per dolar AS.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi pergerakan rupiah pada jelang akhir pekan ini bisa menguat terhadap dolar AS.
Menurut pengamatannya, indeks saham AS yang menguat cukup besar kemarin (lebih dari 6 persen untuk Dow Jones) karena optimisme stimulus pemerintah AS sebesar 2 triliun dolar AS untuk meredam dampak negatif wabah corona terhadap perekonomian AS, bisa memberikan sentimen positif juga ke aset berisiko hari ini termasuk ke rupiah.
"Rupiah berpotensi bergerak menguat ke arah Rp 16.000 dengan potensi resisten di Rp 16.305 hari ini." kata Aris dalam riset hariannya, Jumat (27/3/2020).
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
AdMedika dan TelkoMedika Bersinergi Dukung Pemulihan Kesehatan Korban Bencana di Sumatra