Suara.com - Guna memastikan higienitas di tengah merebaknya Covid-19, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Surakarta melakukan karantina setoran uang yang diterima dari perbankan atau Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR).
"Karantina kami lakukan selama 14 hari, ini sesuai instruksi kantor pusat," kata Kepala BI Kantor Perwakilan Surakarta Bambang Pramono di Solo, Jumat (27/3/2020).
Ia mengatakan pada karantina tersebut sekaligus dilakukan penyemprotan desinfektan saat transaksi pembayaran. Penyemprotan juga dilakukan di ruang pengolah dan penyimpanan uang.
"Penyemprotan desinfektan dilakukan di lingkungan Kantor BI Surakarta agar tetap steril. Kami juga menyediakan 'hand sanitizer' di lingkungan kantor, terutama di tempat-tempat layanan, seperti loket setoran dan ruang tunggu penyetoran atau pembayaran," katanya.
Ia mengatakan langkah lain untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19, yaitu para petugas kasir yang melayani setoran atau bayaran juga diwajibkan memakai masker dan sarung tangan.
"Kami juga menerapkan 'social distancing' dengan mengurangi rapat secara tatap muka dan kontak fisik serta pengaturan jarak di dalam lift," katanya.
Ia mengatakan sejak tanggal 18 Maret BI Kantor Perwakilan Surakarta sudah menerapkan mekanisme kerja "work from home" atau bekerja dari rumah untuk unit nonkritikal.
Sementara itu, pihaknya juga mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi nontunai sebagai upaya memitigasi risiko penularan Covid-19.
"Untuk sementara kami menghentikan layanan tunai yang banyak melibatkan interaksi sosial, terhitung 16 Maret 2020," katanya.
Baca Juga: Basmi Virus Corona, Bank di Kediri Ini Panaskan Uang dalam Oven
Ia mengatakan beberapa layanan tunai yang dihentikan di antaranya layanan kas keliling baik dalam kota maupun ke luar kota, layanan penukaran uang rusak, dan klarifikasi uang palsu oleh masyarakat maupun perbankan di seluruh Indonesia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan