Suara.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno yang juga mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta enggan berkomentar banyak terkait kartu prakerja yang kini menjadi polemik.
Polemik tersebut menyusul kejanggalan pada pelatihan online dalam aplikasi Ruangguru yang diungkap Agustinus Edy Kristianto, mantan Direktur Publikasi dan Pendidikan Publik YLBHI sekaligus jurnalis senior.
Sandiaga mengaku tak ingin berfikiran negatif kepada pemerintah terkait kartu prakerja.
Menurutnya yang terpenting saat ini adalah masyarakat yang terdampak segera menerima manfaat dari kartu prakerja tersebut
"Saya Husnuzon saja ya. Saya pikir masyarakat perlu dibantu terutama masyarakat di Bantar Bebang dan kita ingin masyarakat langsung menerima seperti yang sudah kita harapkan yang kita lihat bahwa mereka menerima dengan segera," ujar Sandiaga di Bantar Gebang, Sabtu (2/5/2020).
Sandiaga menyebut kartu prakerja tersebut dirancang sebelum pandemi Covid-19.
Sehingga kata dia, kartu prakerja tersebut bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang di PHK atau dirumahkan karena terdampak virus corona.
"Kartu prakerja ini didesain sebelum Covid-19 tapi sekarang sudah masuk ke covid 19 harus sudah beradaptasi sehingga programnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat bukan dari segi pelatihannya saja, tapi juga justru dari jumlah bantuan sosial dan bantuan tunainya. Jadi kita dorong jangan sampai ada kekhwatiran terhadap efektifitasnya, kita pastikan supaya masyarakat terbantu," ucap dia.
Lebih lanjut, Sandiaga juga meminta semua pihak tidak saling terpecah belah di tengah pandemi corona.
Baca Juga: Mulai 2 Mei, Ruangguru Cabut Materi Pelajaran Prita Dari Program Prakerja
"Kita jangan sampai terpecah belah. Kalau misalkan ada kemungkinan kebocoran dan segala macem harus dipastikan supaya tidak ada kebocoran supaya tidak ada dana masyarakat yang tidak tepat sasaran dan tepat manfaat," katanya.
Sebelumnya, Agustinus Edy Kristianto, membagikan pengalamannya ketika mencoba mendaftarkan diri dalam program Kartu Prakerja.
Ia menceritakan rincian kisahnya melalui Facebook yang ia bagikan pada Rabu (29/3/2020). Agustinus mendaftar Kartu Prakerja pada 16 April 2020 lalu.
Lalu pada 29 April 2020 Agustinus lulus pelatihan dan mendapat sertifikat berjudul "Jurnalistik: Menulis Naskah Berita Seperti Jurnalis Andal" yang bertanda tangan Adamas Belva Syah Devara, CEO Skill Academy Ruangguru.
Sebagai seorang jurnalis, Agustinus bertanya-tanya mengapa Belva yang tidak pernah berkecimpung di dunia pers bisa menandatangani sertifikat tersebut.
"Sebuah sertifikat yang bukan dari pihak yang berkompeten dalam dunia pers, semacam Dewan Pers, Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), atau Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerbitan Yogyakarta (LP3Y)," kata Agustinus dalam keterangannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Grab Siapkan Dana Jumbo untuk Bonus Hari Raya Jelang Lebaran 2026
-
BEI Akan Terbitkan Daftar Saham yang Pemiliknya Terkonsentrasi
-
Produksi Migas Digenjot, SKK Migas Siapkan 100 Sumur Eksplorasi di 2026
-
Pengidap Autoimun Ini Ubah Tanaman Herbal Jadi Ladang Cuan, Omzet Tembus Ratusan Juta
-
Pasca Danantara, Akademisi Soroti Risiko Hilangnya Karakter Publik BUMN
-
Dari 45.000 Sumur Rakyat, Baru 1 UMKM yang Berhasil Produksi Minyak
-
Dapat Arahan Prabowo, Bahlil Ungkap Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut
-
Layanan Pelabuhan Dikeluhkan, Pengusaha Minta Pemerintah Turun Tangan
-
Resmi! BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Direktur Utama, Jamin Transparansi Saham RI
-
Purbaya: Kita Negara Maritim Tapi Kapal Beli dari Luar