Suara.com - BPJS Kesehatan meluncurkan fitur baru dari Mobile JKN yaitu Menu Konsultasi Dokter yang bisa diakses melalui aplikasi Mobile JKN. Fitur ini berfungsi untuk menjembatani komunikasi pasien atau peserta JKN dengan dokter yang dipilihnya di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Pasien bisa melakukan konsultasi melalui chating langsung dengan dokter. Salah satunya dr. Susi Oktowaty. Ia merupakan salah satu dokter, sekaligus penanggung jawab di Klinik Mitra Sehati yang sering mendapatkan konsultasi dari beberapa pasiennya.
“Fitur konsultasi dokter pada aplikasi Mobile JKN memudahkan peserta sebagai pasien untuk berinteraksi dengan dokter, apalagi pada saat wabah Corona ini. Ketika pasien baru merasakan gejala sakit ringan dan masih bisa ditangani tanpa harus datang berobat ke klinik, maka cukup dikonsultasikan, lalu saya kasih saran, nasihat dan kalau perlu saya anjurkan untuk membeli obat yang bisa dibeli tanpa resep. Bila pasien peserta JKN Klinik Mitra Sehati, saya tinggal menghubungi unit farmasi dan obat langsung dikirim dengan jasa ojek langganan kami," ujar Susi, Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/4/2020).
Fitur ini dinilai tepat, karena seluruh aktivitas yang dilakukan masyarakat kini mulai terbatas dan telah dianjurkan untuk selalu berada di rumah demi mengurangi mata rantai penyebaran Virus Corona.
Apalagi memasuki bulan kedua semenjak datangnya wabah Corona di Indonesia, pemerintah kini mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), termasuk di wilayah Kabupaten Bandung.
Susi juga mengatakan, pengguna Mobile JKN sangatlah terbatas, sehingga tidak mencakup semua pasiennya bisa melakukan interaksi melalui chating atau Konsultasi Dokter tersebut.
Penyebab lain, karena banyaknya pasien yang lanjut usia, masih banyak pasien yang tidak mempunyai handphone berbasis android dan IOS. Maka dari itu, sebelum adanya Mobile JKN, Susi sudah terlebih dahulu mempunyai grup media sosial (Whatsapp) yang terdiri dari berbagai pasien.
“Berawal dari pasien Prolanis dulu, karena sifatnya rutin, sehingga perlu dilakukan komunikasi secara terus menerus, sampai akhirnya bikinlah Grup Whatsapp. Kini tidak hanya pasien Prolanis saja, semua pasien yang berobat di Klinik Mitra Sehati bisa masuk ke Grup tersebut. Grup Whatsapp tersebut sangat bermanfaat, pasien bisa berkonsultasi, bisa melakukan pendaftaran untuk berobat, bahkan sebagai media informasi Kesehatan. Salah satunya dengan maraknya wabah corona ini, kami selalu himbau agar senantiasa untuk selalu jaga diri dan kesehatannya," ucap Susi.
Hingga saat ini, fitur konsultasi doter dalam aplikasi Mobile JKN dan masih ada beberapa wilayah yang belum dapat mengakses fitur tersebut. Meski begitu, BPJS Kesehatan bersama dengan seluruh fasilitas kesehatan terus berupaya untuk berkoordinasi agar fitur konsultasi dokter dapat tersedia di seluruh fasilitas kesehatan, sehingga peserta JKN-KIS dapat mengakses layanan tersebut di wilayahnya masing-masing.
Baca Juga: Menu Konsultasi Dokter dari BPJS Kesehatan, Pasien Bisa Konsultasi Online
Berita Terkait
-
Menu Konsultasi Dokter dari BPJS Kesehatan, Pasien Bisa Konsultasi Online
-
Iuran BPJS Kesehatan Turun per Hari Ini, Coba Cek
-
Per 1 Mei 2020, Iuran Kartu Indonesia Sehat Telah Disesuaikan
-
BPJS Kesehatan Muara Teweh Gelar Sosialisasi Pengajuan Klaim Covid-19
-
Layani Klaim Covid-19, BPJS Kesehatan Sorong Tekankan Prinsip Transparansi
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis