Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung akan diteruskan sampai Surabaya, Jawa Timur. Tahap awal, proyek tersebut dikerjakan sampai Bandung terlebih dahulu.
Erick mengatakan keputusan perpanjangan lintas kereta cepat itu diambil setelah pihaknya melakukan rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Dari presiden rapat Program Strategis Nasional (PSN) yang mayoritas harus berjalan. Kereta Cepat Jakarta-Bandung bahkan sudah setuju Jakarta-Bandung-Surabaya supaya lebih visible," ujar Erick dalam sebuah diskusi secara virtual, Jumat (29/5/2020).
Mantan Presiden Klub Inter Milan ini melanjutkan, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung juga akan dikejar pembangunan. Sehingga, pembangunannya bisa tetap berjalan di tengah Pandemi Virus Corona.
"Jakarta-Bandung, September 2022 harus jadi sebagai target," kata Erick.
Erick menambahkan, proyek-proyek PSN memang harus tetap berjalan meski kondisi pandemi ini. Pasalnya, lewat proyek itu bisa menyerap banyak tenaga kerja.
"kita optimis bahwa negara kita terus pikirkan pembukaan lapangan kerja, karena PSN ini banyak serap (tenaga kerja)," ucap dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun