Suara.com - Pandemi Virus Corona atau Covid-19 ternyata makin membuat masyarakat semakin sadar pentingnya memiliki polis asuransi kesehatan.
Hal tersebut terlihat dari hasil survei lembaga Nielsen yang menyebut ada kenaikan sebesar 35 persen orang yang ingin menambah asuransi kesehatan mereka.
"Dari hasil survei lembaga Nielsen ada sekitar 35 persen masyarakat yang ingin menambah asuransi kesehatan mereka," kata Chief Agency Officer Allianz Life Indonesia dr Ginawati Djuandi dalam video teleconference di Jakarta, Rabu (10/6/2020).
Tak sampai hanya itu saja, dari hasil survei tersebut juga sekitar 5 persen masyarakat, akhirnya membeli produk asuransi kesehatan untuk pertama kalinya karena pandemi Covid-19.
"Itu berarti ada demand terhadap proteksi diri masyarakat Indonesia akan hal kesehatan," katanya.
Bahkan kata dia, nanti ke depanya produk asuransi kesehatan akan terus diburu oleh masyarakat, karena pandemi virus ini belum diketahui kapan akan berakhir.
"Dari hasil survei juga menunjukan bahwa sekitar 40 persen masyarakat diprediksi akan membeli produk asuransi lagi dalam 12 bulan kedepan," katanya.
Berita Terkait
-
Pandemi Covid-19 Bikin Masyarakat Lebih Sadar Asuransi Kesehatan, Kenapa?
-
Asuransi Jasindo Beri Bantuan untuk RS Rujukan Covid-19 di 6 Kota
-
Kenapa Harus Medical Check Up dan Punya Asuransi Kesehatan?
-
Perhatikan! Ini Cara Agar Klaim Asuransi Diterima
-
Catat, Ini Alasan Pentingnya Miliki Asuransi Kesehatan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?