Suara.com - Memiliki daya tahan tubuh yang baik untuk mencegah paparan virus Covid-19 saat menjalankan new normal sangatlah penting. Sistem imun yang kuat telah terbukti menjadi satu-satunya cara terhindar dari Covid-19.
Menurut dr. Bintang Cristo Fernando, Sp.BS , Dokter Spesialis Bedah Saraf dan Kepala IGD Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta yang juga tenaga medis Covid-19 menyatakan, saat keadaan new normal, diharapkan kita harus bisa beraktivitas seperti biasa.
Hanya saja harus tetap menjaga aturan social distancing, menggunakan masker, perilaku hidup bersih sehat (PHBS) serta menjaga daya tahan tubuh tetap tinggi.
Menurut dr. Bintang mengonsumsi makanan bergizi tinggi, berolahraga teratur, mengonsumsi tambahan makanan dan minuman yang sifatnya mempercepat pemulihan sel-sel tubuh (antiinflamasi, antioksidan, dan regenerasi sel) sangat dianjurkan.
“Waktu new normal berlaku, saat beraktivitas kemungkinan besar akan ada ditemukan virus Covid-19 di sekitar kita, sehingga sudah pasti pola hidup kita yang selama ini kurang baik, dan kurang tepat harus diubah sesuai dengan anjuran pemerintah tentang aturan new normal,” tutur dr. Bintang, ditulis Selasa (16/6/2020).
“Jika kita tidak menjaga imunitas saat hidup berdampingan dengan Virus Covid-19, maka kita termasuk dalam orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus ini,” tuturnya.
“Asupan antioksidan dapat menjaga imunitas tubuh kita tetap tinggi. Antioksidan bekerja di dalam tubuh kita di tingkat selular untuk membantu menyingkirkan berbagai jenis radikal bebas, mengurangi reaksi radang dan memperbaiki serta membantu memulihkan sel yang rusak. Untuk itu sangat penting mengonsumsi antioksidan saat masa new normal ini," ujar dokter yang pernah menjadi team medis di Department. Medical & Doping Control INASGOC Asian Games 2018 ini.
Selain buah dan sayur, antioksidan juga bisa didapat dari air hidrogen. Menurut dr. Bintang, hidrogen merupakan salah satu sumber antioksidan alami yang sudah diteliti banyak peneliti di dunia akan manfaatnya terhadap kesehatan, karena antioksidannya tinggi.
"Hidrogen diteliti mampu untuk mengurangi reaksi peradangan di tingkat selular, melawan dan mengatasi zat-zat oksidan yang merusak sel, mengurangi radikal bebas di dalam sel serta mampu memperbaiki dan mempercepat proses pemulihan sel. Apalagi bila dikonsumsi rutin setiap hari serta dalam jumlah konsentrasi yang tinggi,” ujarnya.
Baca Juga: Sepekan Transisi New Normal, Pasien Corona Jakarta Hampir Tembus 9 Ribu
“Air hidrogen tidak beracun, tidak berbau dan berat molekulnya sangat ringan. Mempunyai efek anti inflamasi, antioksidan dan mempercepat proses perbaikan dan regenerasi sel tubuh. Manfaatnya saat new normal dapat meningkatkan dan menjaga agar imunitas tubuh kita lebih kuat, tidak rentan terhadap penyakit dan juga dapat melindungi dari berbagai penyakit lain, sehingga kita dapat lebih leluasa bekerja dan berkarya di masa new normal ini,” jelas dr. Bintang.
Air hidrogen kini sangat mudah bisa dinikmati seluruh masyarakat. Menurut Leonardo Wiesan, Co-Founder LiveWell Global, perusahaan yang mendistribusikan generator portabel air dan inhalasi hidrogen Hydro-gen Fontaine PEM& Inhaler menyatakan, saat pandemi berlangsung kesadaran masyarakat akan kebutuhan air hidrogen sangatlah tinggi.
“Bahkan di Tiongkok inhalasi hidrogen telah diterapkan oleh beberapa tenaga medis untuk membantu penyembuhan pasien Covid-19,” ujarnya.
Leonardo menjelaskan, air hidrogen kini menjadi kebutuhan air minum sehari-hari oleh masyarakat di negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Kini di dengan Hydro-gen Fontaine PEM & Inhaler yang memiliki kadar hidrogen mencapai 1500 part per billion (Ppb) serta berteknologi modern dari Korea Selatan, masyarakat Indonesia kini sudah semakin mudah mendapatkan manfaat hidrogen baik diminum maupun inhalasi, yang dinyatakan oleh ribuan jurnal kesehatan dan penelitian dapat membantu pemulihan 170 penyakit.
“Pada masa new normal, dengan adanya generator portabel air dan inhalasi hidrogen, kami berharap dapat membantu masyarakat menjalankan aktivitas dengan tetap mendapat asupan antioksidan tinggi, agar daya tubuh selalu kuat, dan tentunya juga menerapkan protokol Covid-19,” ujar Leonardo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana
-
Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen
-
Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya
-
Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan
-
Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang
-
Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia
-
Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri
-
Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara